Perkawinan dini adalah perkawinan yang dilakukan oleh remaja yang masih dalam usia pubertas. Niat melakukan perkawinan dini dapat diukur berdasarkan Planned Behavior Theory. Planned Behavior menjelaskan bahwa niat untuk melakukan suatu perilaku berdasarkan pada 3 aspek yaitu sikap, norma subyektif, dan perceived behavioral control. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran niat menikah dini pada remaja perempuan yang tinggal di desa Genitri dan mencegah terjadinya perkawinan dini pada desa Genitri. Subyek penelitian adalah remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang tinggal di desa Genitri. Alat pengambilan data terdiri dari angket terbuka dan angket tertutup terkait Aplikasi Planned Behavior Theory (Susanto,2012). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik yaitu korelasi spearman dan uji regresi stepwise. Dari hasil penelitian ditemukan adanya hubungan antara antara niat terhadap perkawinan dini dengan sikap terhadap perkawinan dini, norma subyektif terhadap perkawinan dini, dan perceived behavioral control terhadap perkawinan dini secara bersama-sama. (r = 0.87, sig = 0.000). Saat dianalisa secara terpisah tiap aspek, tidak ditemukan hubungan antara niat terhadap perkawinan dini dengan norma subyektif terhadap perkawinan dini. Aspek perceived behavioral control terhadap perkawinan dini didapati memiliki kontibusi paling besar dalam menentukan niat menikah dini(beta : 0.525).
Copyrights © 2016