Jurnal Transportasi
Vol. 20 No. 1 (2020)

KINERJA ANGKUTAN PETI KEMAS RUTE KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN BANDUNG–PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Pradhana Wahyu Nariendra (Unknown)
Mohamad Iman Taufiq (Unknown)



Article Info

Publish Date
23 Apr 2020

Abstract

Abstract Fast and inexpensive logistic services are an absolute requirement not only to meet consumer needs but also to satisfy consumers. In addition to having an impact on economic growth, fast and inexpensive logistical services can cause national products to compete with foreign products. To meet logistical needs in industrial estates in Bandung Regency area, transporting logistic goods (containers) from and to the Port of Tanjung Priok has 2 alternative modes of choice with different amount of costs, namely by using single-modal, via land transportation (trucks), or using multimodal, using truck and train modes. From the analysis, the lowest combined cost for various alternatives can be obtained. For the single-modal alternative, a combined cost of Rp6,843,162.00/trip is obtained, for a 20 ft container, and Rp7,982,609.00/trip, for a 40 ft container. While the lowest combined cost for multimodal alternatives is Rp6,523,847.00/trip for a 20 ft container and Rp8,151,686.00/trip for a 40 ft container. Keywords: logistics, multimodal, single-modal, train, truck, container  Abstrak Pelayanan logistik yang cepat dan murah menjadi syarat mutlak tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen tetapi juga harus memuaskan konsumen. Selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pelayanan logistik yang cepat dan murah dapat menyebabkan produk-produk nasional dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri. Untuk memenuhi kebutuhan logistik di kawasan industri di daerah Kabupaten Bandung, pengiriman barang logistik (peti kemas) dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok memiliki 2 alternatif pilihan moda dengan besaran biaya yang berbeda, yaitu dengan menggunakan unimoda, melalui transportasi darat (truk), atau menggunakan multimoda, menggunakan moda truk dan kereta api. Dari hasil analisis diperoleh biaya gabungan terendah untuk berbagai alternatif. Untuk alternatif unimoda, diperoleh biaya gabungan sebesar Rp6.843.162,00/trip, untuk peti kemas berukuran 20 ft, dan Rp7.982.609,00/trip, untuk peti kemas berukuran 40 ft. Sedangkan biaya gabungan terendah untuk alternatif multimoda adalah Rp6.523.847,00/trip untuk peti kemas berukuran 20 ft dan Rp8.151.686,00/trip untuk peti kemas berukuran 40 ft. Kata-kata kunci: logistik, multimoda, unimoda, kereta api, truk, peti kemas

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

journaltransportasi

Publisher

Subject

Transportation

Description

Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain ...