Gula salah satu komoditas strategis dalam perekonomian nasional serta wilayah. Madura Sampang dengan lahan pertanian 90%, kepadatan geografis 600, penduduk 850.000 jiwa. Kontribusi sektor pertanian 46% dengan andalan tanaman pangan dan industri. Lahan pertanian Sampang utama adalah tegal dan sawah tadah hujan dengan pola usahatani subsisten dan pemilikan lahan 0.25 ha. Berdasarkan kategori kesesuaian pengembangan tanaman tebu lahan Sampang mencapai 45%. Pengembangan agroindustri berbasis gula wilayah Sampang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian. Area tanam tebu Sampang tahun 2012 masih 5 % target pendirian pabrik gula, sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak dalam pengembangan agroindusti gula wilayah. Strategi peningkatan area tanam dilakukan dengan pengembangan pola kemitraan sesuai kearifan lokal. Pola peternalistik daerah dengan peran informal leader kyai yang kuat dapat dilibatkan dalam pengembangan partisipasi masyarakat untuk keberhasilan industri gula di Kabupaten Sampang.
Copyrights © 2014