Dalam diskursus pemikiran modern, pendekatan dan metode menempati posisi problematik karena mampu melahirkan ragam pemikiran akibat ragam pendekatan. Aspek ini juga merupakan dasar bagi orientasi-orientasi pemikran dalam diskursus pemikiran Islam modern. Pendekatan normativisme menjadikan teks-teks al-Qur'an dan hadis pijakan dasar keberagamaan, sementara itu pendekatan historisisme menjadikan realitas sebagai titik tolak bagi keberagamaan. Dalam pandangan penganut pendekatan historisisme, perubahan realitas merupakan pintu masuk bagi relativitas pemikiran-pemikiran agama dan skeptisisme bagi keberadaan sesuatu yang mapan seputar agama. Sementara itu, penganut pendekatan normativisme, seiring dengan fokus perhatian mereka terhadap realitas, menolak kecenderungan pendekatan historisisme mengingat adanya prinsip- prinsip mapan dalam agama yang tidak akan berubah mengikuti perubahan waktu dan tempat. Di samping itu, ada juga aspek-aspek yang selalu berubah dan tunduk kepada perubahan waktu dan tempat.
Copyrights © 2012