Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Vol 8, No 1 (2018): Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies

The formulation of welfare state: the perspective of Maqāṣid al-Sharī‘ah

Elviandari Elviandari (Faculty of Law,Muhammadiyah University of Riau)
Farkhani Farkhani (Faculty of Syari’ah , State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga)
Khudzaifah Dimyati (Faculty of Law, Muhammadiyah University of Surakarta)
Absori Absori (Faculty of Law, Muhammadiyah University of Surakarta)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2018

Abstract

This paper examines empirical facts of market failure and government failure toimprove people’s welfare; capitalism and neo-liberalism do not provide a spacefor states to implement policies for social justice. With regard to the failure of thewelfare state to bring the citizen to fair welfare, this paper offers the formulationof a welfare state based on Maqas}id Al-Shari‘ah. This study employs Maqas}id Al-Shari‘ah developed by Imam Al-Juwaini, Izzu al-Din bin ‘Abd al-Salam, AbuIshaq al-Shatibi and Al-Tahir Ibn ‘Ashur as the methodological framework.It formulates welfare state of maqas}id al-shari‘ah, which is built through thefulfillment of the three levels of individual needs (citizens) (al-D}aruriyah, alhajiyyah and al-tahsiniyah; primary, secondary and suplementary rights), publicneeds (equal distribution; al-hajah al-‘ammah), protection or assurance (alismah),and law enforcement (al-fit}rah (order), equality (al-musawah), freedom(al-h}urriyah), magnanimity (al-samh}ah)). The morality-spirituality-religiosity andtranscendence principles develop the formulation. The maqas}id al-shari‘ahshould be the “soul” of every policies and rules or laws. The development ofthe formulation of welfare state based on Maqas}id al-Shari‘ah will build Islamicman/religious man (citizen), who is prosperous spiritually and materially.Artikel ini mengkaji kenyataan empiris mengenai kegagalan pasar(market failure) dan kegagalan negara (government failure) dalam meningkatkankesejahteraan rakyat, kapitalisme dan neo-liberalisme tidak memberikantempat bagi negara untuk melakukan kebijakan demi keadilansosial. Berdasarkan kegagalan negara kesejahteraan menghantarkanwarga negara menuju kesejahteraan yang berkeadilan maka tulisan inimenawarkan formulasi negara kesejahteraaan berdasarkan Maqas}id al-Shari‘ah. Kajian ini mempergunakan Maqas}id al-Shari‘ah sebagai kerangkametodologis yang dikembang oleh Imam Al-Juwaini, Izzu al-Din bin‘Abd al-Salam, Abu Ishaq al-Shatibi dan Al-Tahir Ibn ‘Ashur. Kajian inimemformulasikan negara kesejahteraan berdasarkan maqas}id al-shari‘ahyang dibangun melalui pemenuhan kebutuhan individu (warga negara)berdasarkan tingkatannya; al-D{aruriyah, al-h}ajiyyah dan al-tah}siniyah (hakprimer, sekunder dan suplementer), kebutuhan publik, (al-h}ujah al-‘as}mmah) terealisasi pendistribusian yang merata, adanya proteksi atau jaminan(al-is}mah) dan tegaknya hukum melalui, al-firah (ketertiban), equality(al-musawah) kesetaraan, freedom (al-h}uriyah) kebebesan, magnanimity (alsamh}ah) toleransi. Formulasi tersebut dibangun dengan landasan moral-spritual - religius dan transendental. Menjadikannya “roh” pada setiapkebutuhan dalam membuat kebijakan, peraturan-peraturan atau perundang-undangan. Dengan terwujdnya formulasi negara kesejahteraaanberdasarkan Maqas}id al-Shari‘ah akan melahirkan islamic man/manusiareligius/karakter (warga negara) yang beriman atau pribadi yang memilikikarakter, sejahtera secara batin (spritual) dan lahir (material).

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

ijims

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities

Description

Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS): This journal should coverage Islam both as a textual tradition with its own historical integrity and as a social reality which was dynamic and constantly changing. The journal also aims at bridging the gap between the textual and contextual ...