Penelitian ini bertujuan untuk: Faktor yang berpengaruh terhadap terbentuknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kabupaten Malang sebelum dan setelah Reformasi Keuangan Daerah. (2) Terjadinya perubahan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintahan Kabupaten Malang pada saat sebelum dan setelah Reformasi Keuangan Daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah  penelitian kuantitatif setelah itu data diestimasi menggunakan metode OLS dengan menggunakan variabel dummy Reformasi Keuangan Daerah, dimana 0 = sebelum Reformasi Keuangan Daerah dan 1 = setelah Reformasi Keuangan Daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, Kas dan Anggaran Kas, Utang dan Investasi Daerah serta Reformasi Keuangan Daerah berpengaruh terhadap terbentuknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). Hasil lain dari penelitian ini merujuk kepada persamaan model dimana persamaan ini menunjukkan hasil Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, Kas dan Anggaran Kas serta Utang dan Investasi Daerah memiliki hubungan positif dengan terbentuknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada Pemerintah Kabupaten Malang, sehingga aspek tersebut berpengaruh terhadap terbentuknya SiLPA lebih tinggi pada saat setelah Reformasi Keuangan Daerah dibandingkan sebelum Reformasi Keuangan Daerah atas adanya perubahan kebijakan desntralisasi fiskal pada saat Reformasi.Kata Kunci: Sisa  Lebih Perhitungan Anggaran, SiLPA, APBD, Reformasi Keuangan Daerah, Desentralisasi Fiskal.
Copyrights © 2014