Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Upah Minimum Kabupaten/Kota(UMK) di provinsi Jawa Timur pda tahun 2012 dan 2016. Kemiskinan merupakan isu nasionaldimana tiap provinsi memiliki strategi yang berbeda beda untuk menyikapinya. Jawa timurmerupaka salah satu provinsi dengan kepadatan penduduk yang tinggi yaitu pada posisi kelimadan posisi kedua menurut jumlah pnduduk tiap provinsi di Indonesia. keadaan demograi tersebutmenyebabkan Jawa Timur menjadi Provinsi yang sangat potensial dalam pengembangan ekonomidikarnakan melimpahnya Sumber Daya Manusia yang tersedia. Namun pada kenyataannya diProvinsi Jawa Timur pada satu dekade terakhir menjadi salah satu penyumbang angkakemiskinan nasional, yaitu 10.85 persen pada tahun 2018 dan UMK provinsi Jawa Timur masihberada dibawa rata rata nasional padahal pertumbuhan cenderung selalu berada diatas nasional.Penelitian menggunakan data panel 38 kabupaten/kota pada tahun 2012-2016. Hasil penelitianmenunjukkan ditemukan bukti bahwa kenaikan upah minimum dan investasi dapat menurunkantingkat kemiskinan yang ada di Jawa Timur, namun terdapat elastisitas daerah dengan IPM yangtinggi cenderung memerlukan kenaikan yang tinggi untuk dapat menurunkan kemiskinandibandingkan daerah dengan IPM rendah. Maka dari itu, peningkatan UMK masih dapatdilakukan namun dengan mempertimbangkan karakteristik tiap tiap daerah.Kata kunci: Kemuskinan, UMK, IPM, Pertumbuhan Ekonomi, Investasi.
Copyrights © 2018