Gastrodiplomasi atau pemanfaatan kuliner sebagai media berdiplomasi telah dilakukan oleh beberapa Negara, seperti Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Indonesia, terutama Yogyakarta dengan ragam kuliner dan budaya juga turut mengembangkan kuliner sebagai strategi dalam diplomasi. Penelitian ini berfokus pada strategi pengembangan potensi pariwisata kuliner Yogyakarta melalui gastrodiplomasi. Dengan melihat angka peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta sebagai pengaruh dari strategi gastrodiplomasi. Selain itu, penelitian ini meninjau bagaimana pengaruh gastrodiplomasi dalam meningkatkan nation branding dan brand awareness negara lain terhadap Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan wawancara dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa gastrodiplomasi adalah suatu upaya atau strategi dalam pengembangan potensi pariwisata dan memberikan pengaruh dalam peningkatan kunjungan turis dan citra positif Yogyakarta.
Copyrights © 2020