Teknologi ekstraksi superkritikal fluida merupakan teknologi yang relatif baru yang saat ini sedang dikembangkan, terutama dalam ektraksi senyawa kimia. seperti minyak atsiri, dari produk alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi lilin dari daun Pinus radiata D. Don dengan teknologi eksrtaksi superkritikal fluida C02 pada tekanan ekstraksi 30 MPa dan pada beberapa tingkat suhu ekstraksi (40, 56 dan 72 °C) selama 30 menit. Lilin ditangkap oleh perangkap dingin pertama dengan kondisi tekanan sedang 6-7 Mpa dan 12-13 Mpa, dan 0oC. Sisanya ditangkap oleh perangkap dingin kedua pada kondisi tekanan sedang 0,1 Mpa dan suhu 0oC.Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan suhu ekstraksi pada tekanan sedang 6-7 MPa menyebabkan rendemen yang dihasilkan menurun, baik yang diperoleh dari perangkap dingin pertama maupun kedua. Pada tekanan sedang 12-13 MPa, rendemen yang dihasilkan mula-mula turun, kemudian naik pada suhu ekstraksi 72°C, terutama pada perangkap dingin pertama. Penyebab peningkatan rendemen ini adalah setiap habis ekstraksi, pipa dan katup dimana lilin terperangkap disitu tidak dibilas dengan pelarut khlorofonn atau dibilas dengan cara diekstraksi lagi dengan superkitikal fluida tanpa sampel di sel ekstraksi. Untuk menunjang hasil penelitian ini, lilin hasil ekstraksi metode superkritikal fluida perlu dianalisis dengan metode High performance liquid chromatography (HPLC)
Copyrights © 1994