Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan

PRODUKSI ARANG DAN DESTlLAT KAYU MANGlUM DAN TUSAM DARI TUNGKU KUBAH

Tjutju Nurhayati (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2017

Abstract

Kayu tusam (Pinus merkusii) dan mangium (Acacia mangium) digunakan sebagai bahan baku pada peuelitian produksi arang dan destilat yang dilakukan pada tungku kubah kapasitas 1,3 m3 yang dilengkapi dengan 2 unit pendingin. Parameter penelitian meliputi proses dan produk karbonisasi, kualitas arang dan destilat serta ulasan aspek ekonomi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa :Proses pembakaran kayu tusam dan mangium menjadi arang masing-masing dilakukan selama 60,5 jam dan 58 jam, pendingin uap/gas mulai pada suhu 110ÂșC diperlukan waktu selama 45,5 jam dan 51,5 jam dan proses pendinginan tungku dilakukan selama 5 hari dan 4 hari. Laju pembakaran kayu tusam dan mangium menjadi arang masing-masing yaitu 7,370 kg kayu/jam dan 7,607 kg kayu/jam. Laju sirkulasi air 2,5 liter/menit dengan jumlah energi listrik yang diperlukan rata-rata sebanyak 20,6 kWH atau 3, 747 liter destilat per kWH.Teknik produksi arang dan destilat dari kayu tusam dan mangium menunjukkan hasil relatif sama yaitu rendemen tusam dan mangium masing-masing 25,63% dan 24,20%, destilat 32,64% dan 31,94%, efisiensi konversi kayu menjadi arang 36,04% dan 36,41%. Laju produksi orang 1,055 kg/jam dan 1,002 kg/jam, laju produksi destilat 1,592 kg/jam dan 1,466 kg/jam, produktivitas destilat 3,32 ml/kg/jam dan 3,57 ml/kg/jam dan konsumsi kayu untuk produksi 1 ton arang masing-masing tusam dan mangium adalah 13,292 m3/ton dan 15,884 m3/ton (4317 kg/ton dan 4298 kg/ton dari kayu berat kering).Proses karbonisasi mangium pada tungku kubah yang dilengkapi alat pendingin uap gas untuk memproduksi destilat tidak mempengaruhi sifat arang yang dihasilkan.Destilat tusam dan mangium yang diproduksi dari cara tungku memberikan sifat keasaman dan berat jenis yang sama, tetapi kadar asam total, kadar alkohol dan phenol lebih tinggi dari destilat yang diproduksi dari destilasi kering.Destilat tusam produk dari tungku menunjukkan kadar asam total, kadar alkohol dan phenol lebih tinggi dari destilat mangium. Dibandingkan dengan pestisida antrakol, destilat tusam mengandung kadar fenol lebih tinggi, tetapi fenol murninya lebih rendah, kadar alkohol dan asam total serta berat [enis lebih tinggi tetapi sifat keasamannya destilat tusam lebih rendah.Kadar metanol dan fenol yang dianalisis secara chromatografi menunjukkan bahwa destilat tusam lebih tinggi kandungannya yaitu masing-masing 4,80% dan 11,30%.Biaya produksi arang dan destilat yang meliputi pengadaan kayu dan operasional adalah Rp. 85.000,- dengan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan arang dan destilat sebesar Rp. 9.450,-.

Copyrights © 2000






Journal Info

Abbrev

JPHH

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Chemistry Energy Materials Science & Nanotechnology

Description

Jurnal Penelitian Hasil Hutan adalah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan tulisan yang telah dicermati oleh Dewan Redaksi dan Mitra Bestari di bidang hasil hutan. Tulisan dalam Jurnal Penelitian Hasil Hutan mencerminkan inovasi dan hasil penelitian dasar dan terapan yang berkualitas di bidang ...