ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
Vol 15, No 1 (2012): ATAVISME, Edisi Juni 2012

FLUIDITAS ANTARA MASKULINITAS DAN FEMININITAS: REPRESENTASI WARIA DALAM FILM DOKUMENTER DAN FIKSI

Maimunah, Maimunah (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2012

Abstract

Dunia Waria menjadi salah satu tema yang muncul dalam perkembangan film Indonesia pasca Orde Baru. Penelitian ini mengkaji dua film dokumenter dan sebuah film fiksi yaitu Betty Bencong Slebor karya Benyamin Sueb (1978) serta dua film dokumenter Renita­Renita karya Tony Trimarsanto (2006) dan Ngudal Piwulang Wandu karya Kukuh Yudha Karnanta (2009). Meng­ gunakan metode penelitian kualitatif dan teori queer dalam membaca media film, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ketiga film tersebut terlihat perbedaan dalam memaknai tubuh dan gender. Tokoh Sholeh dalam Ngudal Piwulang Wandu berharap suatu hari nanti kembali menjadi lanang sejati, menikah secara heteroseksual dan memiliki anak. Renita membayangkan tubuh dan identitas gender sebagai perempuan sempurna, sedangkan Betty terlihat menikmati interplay antara tubuh feminine dan maskulinnya. Tubuh dalam konteks ini dapat dilihat sebagai suatu con­ tinuum, perpaduan antara femininitas dan maskulinitas, bukan suatu entitas yang statis. Perbe­ daan ketiga tokoh utama dalam memandang tubuh, seksualitas, dan gender mereka juga mere­ fleksikan bahwa tidak ada identitas dan entitas tunggal dari waria. Abstract: The growing visibility of waria/male to female transgender has become one of the do­ dominant features in Indonesia?s contemporary film industry. The research examines three waria films: Tony Trimarsanto?s Renita­Renita (2006), Kukuh Yudha Karnanta?s Ngudal Piwulang Wan­ du (2009), and Benyamin Sueb?s Betty Bencong Slebor (1978). Two basic research questions are, firstly: how is the fluidity of masculinity and femininity represented; secondly how do the waria per­ceive themselves (self­identity) in a heterosexual culture. Queer film theory will be used in analyzing the film diegesis. The research finds the fluidity and continuum of the waria main characters in de­fining the meaning of the self and their bodies. This fluidity offers a playful negotiation to the essen­tialist concept of gender binary system. Key Words: waria, film, gender identity

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

atavisme

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai ...