Kemampuan reseptif dalam pelajaran bahasa Indonesia pada materi membaca peta sangat diperlukan bagi siswa untuk mengenali simbol-simbol bahasa dalam peta guna memperoleh pengenalan dan pemahaman medan yang disampaikan dalam peta. Kemapuan membaca peta pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngajum berada pada kategori rendah dengan tingkat kelulusan sejumlah 48,38% dari 31 siswa. Berdasarkan hal tersebut peneilitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca petunjuk dalam denah/peta dan (2) meningkatkan kemampuan membaca denah/ peta pada matapelajaran Bahasa Indonesua dengan menggunakan alat peraga delok (denah lokasi) sesuai konteks lingkungan siswa dan metode saling silang kelompok. Penelitian ini berupa peneilitan tidankan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngajum. Data pada peneliian ini berupa hasil observasi, wawancara, studi dokumen, dan hasil tes kemampuan siswa membaca peta. Data diperoleh dengan menggunakan alat pengumpul data berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dokumen pendukung, dan soal tes essai. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil berupa, rendahnya hasil belajar disebabkan oleh (1) motivasi belajar siswa yang rendah, (2) rendahnya pemahaman siswa dalam membaca peta, dan (3) penggunaan metode belajar yang diterapkan oleh guru. Penggunaan media denah lokasi sesuai konteks lingkungan siswa dan metode saling silang kelompok menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar pada siklus I sebesar 61,29% terdapat peningkatan sebesar 77,16% pada siklus II.
Copyrights © 2019