Banyak orang yang jatuh cinta dengan orang yang memiliki keyakinan yang berbedadengan mereka dan kemudian melakukan pernikahan antar agama. Fenomena ini semakinbanyak terjadi di Indonesia, terutama pada masyarakat perkotaan. Agama sering dianggapmemiliki peran yang penting dalam stabilitas rumah tangga. Akan tetapi, perbedaan dalamkebiasaan dan kepercayaan dalam beragama dapat menyebabkan kesalahpahaman atauperselisihan dalam hubungan pernikahan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif danmetode studi kasus, dan dengan melakukan wawancara eksplanatori menyeluruh danpengamatan, penelitian ini mencoba mencaritahu penyesuaian yang dilakukan pasanganberbeda agama yang telah menikah selama duapuluh tahun dalam pernikahan mereka. Hasilyang didapatkan dari analisis data penyesuaian pola mengungkapkan bahwa setiap partisipan memiliki harapan yang sama agar anak mereka tidak melakukan pernikahan beda agama seperti yang mereka lakukan, karena melihat dampak yang ditimbulkan kepada mereka sendiri, bukan hanya sebagai individu atau pasangan namun juga sebagai orangtua. Pengaruh keluarga besar dan saudara mereka dianggap sebagai pengaruh sosial yang negative, namun pada saat yang bersamaan juga berfungsi sebagai faktor pendukung dalam dinamika penyesuaian yang dilakukan oleh suami istri, hubungan antara anak-anak dan orangtua mereka, serta antara anak-anak sendiri. Faktor kunci dalam pernikahan langgeng mereka adalah komitmen individual yang didasari oleh manifesto sosiologi untuk mempertahankan pernikahan mereka meskipun sebenarnya mereka tidak bahagia. Kata-kata kunci: penyesuaian dalam pernikahan; pernikahan beda agama; dinamika
Copyrights © 2011