Perpustakaan sebagai lembaga informasi dan dokumentasi selalu berhadapan dengan berbagai masalah dan segala keterbatasannya. Keterbatasan itu antara lain berupa keterbatasan ruangan, keterbatasan tenaga, dana, waktu, fasilitas/perabot dan perlengkapan penunjang lainnya. Perpustakaan tidak perlu menghimpun semua informasi karena sebagian informasi tersebut tidak akan berguna jika tidak menunjang pada bidang kajiannya. Oleh sebab itu untuk dapat menunjang proses sesuai dengan program studi yang dimiliki, dalam melakukan seleksi perlu dibutuhkan tenaga-tenaga yang andal, terampil, dan cakap pada bidangnya. Di samping itu juga dibutuhkan alat seleksi (selection tools) sebagai pedoman dalam melakukan kerja, seperti katalog terbitan, desiderata, daftar tambahan buku, dan resensi atau timbangan buku. Satu hal lagi yang cukup penting sebagai pedoman adalah garis kebijakan dari pimpinan yang berisi visi, misi dan aturan dalam mengadakan bahan koleksi perpustakaan. Variasi koleksi dalam bidang pengembangan koleksi perpustakaan akan semakin menarik hati pemustaka apabila dilakukan secara cermat dan selektif terhadap kebutuhannya. Berdasarkan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa jenis koleksi perpustakaan yang sering dimanfaatkan saat berkunjung sebagian berupa buku teks. Pengguna tidak mempunyai keyakinan kalau bahan pustakan yang ada mencukupi keperluan pengguna informasi. Kondisi seperti ini disebabkan pengguna saat mencari koleksi yang dibutukan tidak ada di tempat, sehingga pengguna hanya mendapatkan informasi kalau koleksi yang dicari ada di tempat lain. Namun pengguna cukup merasa dibantu oleh pustakawan sebagai upaya untuk menemukan informasi yang sangat diperlukan. Pengguna sangat mengapresiasi pustakawan yang telah berusaha untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat informasinya salah satunya melalui penambahan dalam pengadaan bahan informasi perpustakaan, berdasarkan naskah hasil atau keluaran dari penerbitan yang terbaru.
Copyrights © 2020