Diabetes mellitus tipe 1 (DM tipe 1) adalah salah satu penyakit kronik yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Anak dan remaja dengan T1D (type 1 diabetes) mempunyai risiko osteoporosis dan komplikasi jangka panjang lainnya lebih tinggi daripada anak dan remaja nondiabetik. Kadar 25(OH)D ditemukan lebih rendah pada anak dengan DM tipe 1. Penelitian ini ingin membuktikan bahwa suplementasi vitamin D3 pada anak dengan DM tipe 1 dapat meningkatkan kadar 25(OH)D dan osteokalsin, serta ingin mengetahui hubungan antara durasi sakit terhadap kadar osteokalsin dan 25(OH)D serum. Desain penelitian ini adalah double-blinded randomized controlled trial suplementasi vitamin D3 pada anak dengan DM tipe 1. Sebanyak 26 pasien rawat jalan dengan DM tipe 1 berusia 1-18 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Pasien kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, sedangkan durasi sakit dibagi menjadi 2, yaitu kurang dan lebih dari lima tahun. Pasien diberikan vitamin D3 2000 IU tiap hari selama 6 bulan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kadar osteokalsin pada kelompok perlakuan lebih tiggi namun tidak berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,663). Namun, kadar 25(OH)D pada kelompok perlakukan lebih tinggi secara signifikan dibanding dengan kelompok kontrol (p=0,000). Tidak ada korelasi antara durasi penyakit, baik dengan kadar osteokalsin maupun kadar 25(OH)D (p=0,955 dan p=0,203 secara berurutan). Pemberian vitamin D3 selama 6 bulan pada anak dengan DM tipe 1 dapat meningkatkan kadar osteokalsin dan 25(OH)D serum. Durasi penyakit tidak berhubungan dengan kadar osteokalsin dan 25(OH)D setelah suplementasi vitamin D3 selama 6 bulan.Â
Copyrights © 2019