Salah satu front penambangan yang dimiliki PT.ANTAM Tbk. UBPN SULTRA adalah Bukit Hilux. Kegiatan produksi penambangan di Bukit Hilux difokuskan pada penambangan material Low Grade Saprolith Ore (LGSO). Material LGSO adalah kelompok bijih nikel kadar rendah yang diperuntukkan untuk ekspor dengan batas kadar tertentu. Sebelum diekspor, hasil penambangan material LGSO ini diangkut menuju Stockyard Transito yang ditumpuk menjadi tumpukan Eksportable Transit Ore (ETO) kemudian dilakukan rechek sampel. Setelah hasil rechek sampel keluar, maka material LGSO tersebut diangkut menuju Stockyard Pelabuhan dan ditumpuk menjadi tumpukan Eksportable Final Ore (EFO) yang siap untuk diekspor. Adanya tahapan pemindahan material LGSO dari front penambangan Bukit Hilux hingga ke Stockyard Pelabuhan menyebabkan losses material. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis berapa persentase losses material LGSO tersebut dan penyebab terjadinya dengan melakukan perhitungan tonase menggunakan metode survey dan ritase alat angkut yang dikalibrasikan dengan data timbangan serta pengamatan kegiatan pemindahan. Adapun losses yang dihasilkan sebesar 2,17 % untuk pemindahan dari front menuju Stockyard Transito dan 1,33 % untuk pemindahan dari Stockyard Transito menuju Stockyard Pelabuhan. Penyebab terjadinya losses antara lain adanya material yang melekat pada alat berat dan faktor dumping yang membuat sebagian material menjadi landasan.
Copyrights © 2019