Dupa merupakan produk ritual yang digunakan untuk tujuan spiritual, yang biasa digunakan oleh umat Hindu dalam kegiatan keagamaan dan ketka dibakar menghasilkan wewangian. Dupa biasanya dicelupkan ke dalam parfum untuk menambah aroma dupa dan di UKM pencelupan dilakukan hanya selama ± 1 menit dan pengenceran parfum dan metanol dilakukan dengan perbandingan 1:10. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengenceran dan lama pencelupan yang tepat agar dapat menghasilkan dupa pala yang terbaik dari sifat organoleptik (warna, tekstur, aroma sebelum dan sesudah dibakar), kadar air dan lama bakar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu pengenceran yang terdiri dari 2 level yaitu (1:5 dan 1:10) dan lama pencelupan yang terdiri dari 4 level (1 menit, 1,5 menit, 2 menit dan 2,5 menit). Hasil perlakuan terbaik diperoleh dari kombinasi pengenceran 1:10 dengan lama waktu pencelupan 1,5 menit yang memiliki hasil uji orgnoleptik warna cokelat tua (menyukai), tekstur keras (menyukai), aroma sebelum dibakar berbau khas pala (tidak menyukai) dan aroma setelah dibakar berbau pala dan kayu yang menyengat (tidak menyukai) dengan kadar air 13,3% dan lama bakar 81,7 menit.
Copyrights © 2018