Setiap negara memiliki warisan budaya tersendiri dalam merawat ibu pada masa kehamilan dan nifas, kebiasaan tersebut dipraktekan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Sebagian besar daerah di Indonesia memiliki pantangan ataupun anjuran tertentu yang harus dilakukan ibu pada masa nifas. Penelitianini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 10 orang ibu postpartum. Sampel ditetapkan dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan perawatan tradisional yang dilakukan oleh ibu postpartum di Kota Sabang meliputi massage, penggunaan ramuan, pantangan makan dan aktivitas dan melakukan kompres di perut dengan menggunakan batu yang dipanaskan maupun ramuan tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan dalam menyusun program kesehatan bagi ibu postpartum di Kota Sabang.Kata Kunci: Perawatan diri, postpartum, transcultural nursing, budayaABSTRACTEvery country has it own cultural heritage in providing cares for mothers during pregnancy and postpartum periods that are practiced from generation to generation. In most part of Indonesia, there are a number of restrictions and suggestions that should be done by postpartum mothers. This study employed a qualitative research design with phenomenological approach. The respondent in this study are ten postpartum mothers. Purposive sampling technique was apllied in determining the samples. The result of the study found that the traditionl cares performed by postpartum mothers in Sabang were messages, herbs consuming, restrictions food and certain activities, and compress on the abdominal area with heated stone. This study is expected to contribute a useful input for healthcare providers in developing health programs for postpartum mothers in Sabang.
Copyrights © 2018