Majalah Farmaseutik
Vol 16, No 1 (2020)

Pengaruh Faktor Resiko Terhadap Kejadian ILO pada Pasien Bedah Obstetri dan Ginekologi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Pebriati Sumarningsih (Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada)
Nanang Munif Yasin (Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada)
Rizka Humardewayanti Asdie (Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatatan Masyarakat dan Keperrawatan, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2020

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan penyebab utama  tingginya angka kematian dan kesakitan di dunia. Menurut WHO,  infeksi luka operasi merupakan  jenis infeksi nosokomial kedua  terbanyak setelah infeksi saluran kemih. Infeksi Luka Operasi merupakan komplikasi pasca bedah obstetri dan ginekologi, 8-10%  dari pasien  bedah obstetri dan ginekologi beresiko mengalami infeksi luka operasi.Rancangan penelitian ini adalah cohort dan melibatkan pasien bedah obstetri dan ginekologi yang menerima antibiotik profilaksis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Data diambil melalui prospektif observasional, yaitu dengan melakukan observasi selama periode Maret-April 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor resiko kejadian infeksi luka operasi. Faktor resiko dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, IMT, status merokok, status imunitas, skor ASA, jumlah perdarahan, lama dirawat sebelum operasi dan durasi operasi. Luaran klinik berupa kejadian ILO diamati secara periodik hingga hari ke-30 setelah operasi. Hubungan faktor risiko terhadap kejadian ILO dianalisis dengan uji statistika pearson chi square.Pada penelitian ini kejadian infeksi luka operasi terjadi pada 14 subjek penelitian dari total 72 subjek penelitian (19 %). Hasil analisis univariat diperoleh bahwa faktor yang mempunyai hubungan bermakna terhadap kejadian ILO adalah BMI dimana dari 14 kejadian ILO 50% dialami oleh pasien dengan BMI ≥ 30 dengan p-value 0,016. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok usia 18-59 tahun dengan kelompok usia 60 tahun keatas terhadap kejadian infeksi luka operasi. Demikian juga waktu pemberian antibiotik, skor ASA, riwayat merokok, kadar albumin pre operasi, lama perawatan pre operasi, lama operasi, kelas operasi dan volume perdarahan tidak ada perbedaan bermakna dengan kejadian infeksi luka operasi (p value> 0,05).

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

majalahfarmaseutik

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social ...