Kurikulum 2013 menekan pada pelaksanaan pembelajaran yang bersifat aktif. Dari sekian banyak model pembelajaran aktif, beberapa diantaranya adalah model pembelajaran Creative Problem Solving dan model pembelajaran Numbered Head Togeher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Craeative Problem Solving dan model pembelajaran Numbered Head Togeteher. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian Kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Luahagundre Maniamolo. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kelas eksperimen I lebih tinggi dari kelas eksperimen II. Berdasarkan Analisis data diperoleh bahwa thitung tidak terletak pada daerah penerimaan tersebut sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa ada perbandingan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Creative problem solving dan model pembelajaran Numbered Head Together dimana hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran Numbered Head Togeteher. Disarankan agar model pembelajaran Creative Problem Solving ini dijadikan sebagai salah satu pilihan model pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Copyrights © 2020