Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang membahas konstruksi refleksif yang terdapat dalam Bahasa Melayu Dialek Tamiang. Teori yang digunakan adalah teori pengikatan oleh Chomsky dalam Hagaeman. Data penelitian berupa konstruksi refleksif Bahasa Melayu Dialek Tamiang yang diperoleh dari penuturnya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang; data tersebut dianalisis dengan metode agih. Telitian menunjukkan bahwa penutur Bahasa Melayu Dialek Tamiang di lokasi tersebut menggunakan jenis konstruksi aplikatif pada saat bertutur, yaitu konstruksi refleksif berprefiks be- ,bersufiks –ke dan afiks gabungan N-ke dengan anteseden yang mengacu pada persona pertama, kedua dan ketiga yaitu dirinye.
Copyrights © 2020