Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan mengenai proses penamaan yang dipakai dalam beberapa menu makanan yang difokuskan pada bakso halal dan pisang goreng di Bali, agar masyarakat dapat mengetahui sebab yang melatarbelakangi terjadinya penamaan menu makanan tersebut. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan penamaan berdasarkan penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, dan pemandekan. Data penelitian ini berupa foto atau screenshoot daftar menu atau banner makanan khusus bakso dan pisang goreng yang ada di cafe, warung, atau gerobak bakso. Sumber data penelitian ini adalah daftar nama-nama menu makanan, dengan menggunakan media sosial seperti google, facebook, dan instagram untuk mengetahui nama-nama menu makanan bakso dan pisang goreng yang ada di Bali, tepatnya di Ibu Kota Provinsi yaitu Denpasar. Tahap analisis data ada tiga yaitu : 1) tahap reduksi data, 2) tahap penyajian data, dan 3) tahap verification. Tahap reduksi yaitu penyediaan data dengan teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi berupa foto atau screenshoot daftar menu makanan khusus bakso halal dan pisang goreng. Selanjutnya menggunakan metode simak – sadap – catat – rekam dan teknik pilah unsur penentu. Penyajian data dengan menggunakan teknik analisis data metode padan yaitu metode referensial dan otografis. Ketiga tahap verification yaitu dengan memeriksa kembali data yang disajikan sehingga didapatkan hasil yang benar-benar valid. Pengujian kesahihan data dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Penamaan yang ditemukan dalam penelitian ini ada Sembilan yaitu peniruan bunyi, penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, pemendekan, dan penamaan baru. Data penamaan menu makanan yang paling banyak digunakan yaitu berasal dari bahan dan keserupaan. Data penamaan menu makanan yang jarang digunakan yaitu peniruan bunyi, penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, tempat asal, penemu dan pembuat, pemendekan, dan penamaan baru.
Copyrights © 2020