Jurnal Ecolab
Vol 14, No 1 (2020): Ecolab

UJI TOKSISITAS AKUT LIMBAH INSULASI FIBER KERAMIK TERHADAP Daphnia sp.

Bagus Sentosa Parhusip (Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kawasan Puspiptek Serpong Gd. 210, Jalan Raya Puspiptek Serpong, Muncul, Serpong, Muncul, Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314, Indonesia)
Retno Puji Lestari (Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kawasan Puspiptek Serpong Gd. 210, Jalan Raya Puspiptek Serpong, Muncul, Serpong, Muncul, Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314, Indonesia Ph)
Andriantoro Andriantoro (Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kawasan Puspiptek Serpong Gd. 210, Jalan Raya Puspiptek Serpong, Muncul, Serpong, Muncul, Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314, Indonesia Ph)



Article Info

Publish Date
06 May 2020

Abstract

Fiber keramik berbahan alumina-silika merupakan materi insulator yang baik dan banyak digunakan sebagai bahan insulasi pada tungku elektrik. Studi toksikologi terhadap fiber keramik menggunakan hewan uji mengindikasikan kemungkinan terjadinya dampak pada saluran pernafasan, iritasi pada mata dan kulit manusia. Namun demikian, belum tersedia informasi mengenai dampak ekologis dari limbah fiber keramik. Kajian ini bertujuan untuk menentukan tingkat toksisitas akut (LC50 48 jam) limbah fiber keramik (aluminosilicate) terhadap Daphnia sp. sebagai bahan evaluasi bahaya yang mungkin terjadi pada lingkungan perairan. Pengujian dilakukan di Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) pada bulan Januari - Februari 2019. Sampel limbah fiber keramik diperoleh dari salah satu industri pupuk. Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah metode statik tanpa pembaruan USEPA EPA-821-R-02-012 (2002)-Methods for Measuring the Acute Toxicity of Effluents and Receiving Waters to Freshwater and Marine Organisms, dengan menggunakan kematian sebagai indikator toksisitas. Kematian diamati pada jam ke-24 dan jam ke-48, sementara parameter kualitas air yaitu temperatur, pH, konduktivitas, oksigen terlarut, dan padatan terlarut total diamati pada jam ke-0 dan jam ke-48. Penentuan nilai LC50 dilakukan menggunakan program analisis Probit EPA versi 1.5. Nilai LC50 limbah insulasi fiber keramik adalah 924,7–959,7 ppm. Kriteria toksisitas untuk limbah fiber keramik belum tersedia.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JKLH

Publisher

Subject

Environmental Science

Description

Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan ...