Konsumsi energi di Indonesia masih didominasi oleh penggunaan energi berbasis fosil, terutamaminyak bumi dan batubara. Karena itu, biomassa sebagai sumber energi terbarukan merupakan upaya untukmengurangi penggunaan energi fosil di Indonesia. Biopellet adalah salah satu pengolahan biomassa menjadibahan bakar padat. Pada tahap proses pembuatan biopellet digunakan pengering. Tujuan penelitian ini untukmengetahui panas H2O bahan baku yang teruapkan ke udara. Dalam prototipe mesin pengering, variabelindependen adalah variasi campuran bahan baku dan variabel tetap seperti kecepatan udara, waktupengeringan, dan suhu pengeringan. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi H2O diuapkan dan panas H2O diudara tertinggi dalam campuran 60% serbuk kayu: 40% sekam padi. Dari massa H2O diuapkan sama dengan14,84 gr dan panas H2O di udara sama dengan 136,506 grcal dianalisis kadar air dan nilai kalor produkbiopelet. Kadar air diperoleh sebesar 6,716% dan nilai kalor 5,188.8506 grcal / gr telah memenuhi standar SNI8021-2014.Kata Kunci: : Energi fosil, Variasi bahan baku, Massa H2O yang diuapkan, Panas H2O di udara,Kadar air, dan Nilai kalor biopelet
Copyrights © 2019