JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam)
Vol 3, No 2 (2020)

Masjid Al-Ikhlas sebagai Pusat Budaya Keagamaan Islam Masyarakat Tempel, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta

Miftahul Khoiri (Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga)



Article Info

Publish Date
16 Jan 2020

Abstract

Dalam artikel ini, bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah masjid Al-Ikhlas, budaya-budaya keagamaan yang ada di masjid Al-Ikhlas yang di jalankan oleh masyarakat Tempel, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, dan juga menganalisis pendirian dari masjid Al-Ikhlas. Dengan pendekatan kualitatif, deskriptif, analitis sebagai penelitian lapangan, tulisan ini menyimpulkan bahwa masjid Al-Ikhlas berdiri tahun 06 September 1988 M, atas keinginan masyarakat, tokoh agama. Dan ada beberapa budaya keagamaan di masjid Al-Ikhlas ini, yaitu: Seni budaya Islam, meliputi Seni pembelajaran baca Al-Qur’an atau TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Seni pelatihan Hadroh atau Banjari. Majelis Ta’lim meliputi, Pengajian Kamis Wage, Pengajian Amanah, dan Poliklinik. Sedangkan alasan pendiriannya, karena masyarakat memang tidak memiliki tempat ibadah pada saat itu, sehingga harus dibangun sebuah masjid untuk ibadah dan aktivitas yang lainnya.Kata Kunci: masjid, pusat kebudayaan Islam, Tempel.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) publishes scientific articles in the fields of historical, social and humanities. JUSPI invites academics to publish their research articles, especially historical, social and humanities studies with Islamic themes, for example about Islamic groups or ...