Miftahul Khoiri
Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Masjid Al-Ikhlas sebagai Pusat Budaya Keagamaan Islam Masyarakat Tempel, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta Miftahul Khoiri
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.782 KB) | DOI: 10.30829/juspi.v3i2.6390

Abstract

Dalam artikel ini, bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah masjid Al-Ikhlas, budaya-budaya keagamaan yang ada di masjid Al-Ikhlas yang di jalankan oleh masyarakat Tempel, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, dan juga menganalisis pendirian dari masjid Al-Ikhlas. Dengan pendekatan kualitatif, deskriptif, analitis sebagai penelitian lapangan, tulisan ini menyimpulkan bahwa masjid Al-Ikhlas berdiri tahun 06 September 1988 M, atas keinginan masyarakat, tokoh agama. Dan ada beberapa budaya keagamaan di masjid Al-Ikhlas ini, yaitu: Seni budaya Islam, meliputi Seni pembelajaran baca Al-Qur’an atau TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Seni pelatihan Hadroh atau Banjari. Majelis Ta’lim meliputi, Pengajian Kamis Wage, Pengajian Amanah, dan Poliklinik. Sedangkan alasan pendiriannya, karena masyarakat memang tidak memiliki tempat ibadah pada saat itu, sehingga harus dibangun sebuah masjid untuk ibadah dan aktivitas yang lainnya.Kata Kunci: masjid, pusat kebudayaan Islam, Tempel.