Media sosial dalam seluruh sejarah kelahirannya tidak dapat dipisahkan dari sejarah modernitas itu sendiri. Dia tidak lagi hanya sebuah fenomena gaya hidup tetapi juga pernyataan diri pengguna sebagai subjek yang otonom. Keberadaan media sosial, di satu sisi menyapa dunia dengan segala keramahannya, tetapi di sisi lain, ia menjadi alat teror sosial bagi masyarakat. Ini disebut patologi. Media sosial mengadopsi cara kerja modernitas untuk menggambarkan keberadaannya. Dengan menggunakan pendekatan postmodern, penelitian ini berupaya mengungkap patologi media sosial. Pendekatan postmodern digunakan untuk memberikan peluang bagi pengoperasian nilai-nilai etis tradisional dalam bentuk, misalnya, melindungi privasi setiap orang, memastikan keakuratan informasi, melindungi hak asasi setiap orang, memastikan semua orang untuk mengakses berbagai sumber daya yang tersedia, dan kebebasan berekspresi. harus selalu mempertimbangkan kemajemukan sosial dengan berbagai narasi kecil yang menyertainya. Media sosial sebagai penanda modernitas tidak selalu berlawanan dengan berbagai pertimbangan etis, tetapi selalu bergerak bersama untuk membangun peradaban yang konstruktif. Postmodernisme, tidak hanya menawarkan pendekatan progesi, tetapi juga cara bekejra regresi, yaitu kembali ke etika tradisional apa adanya.
Copyrights © 2020