Aktifitas merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pembelajaran. Hasil belajar akan meningkat bilamana peserta didik memliki aktifitas yang tinggi dalam belajar. Dengan aktifitas akan dapat menghilangkan perasaan malu, takut, kurang percaya diri dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar SiswaKelas XI TKJ 1 SMKN Bangkinang Kota Khususnya Pembelajaran PKn menggunakan pembelajaran kooperatif. Data yang dikumpulkan berupa hasil pengamatan dan test. Data dioalah menggunakan analisis deskriptif seperti yang disarankan Suharsismi (2008) dan Depdikbud (1995). Pengolahan data tersebut terdiri dari aktifitas belajar siswa dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ SMKN 1 Bangkinang Kota. Peningkatan terjadi pada pertemuan I dan II. Ketuntasan klasikal pada akhir siklus I adalah 37% sedangkan pada akhir siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 93%. Pencapaian ketuntasan klasikal tersebut lebih signifikan lagi bila dibandingkan dengan ketuntasan hasil belajar Bahasa Inggris siswa ketika pembelajaran konvensional pada semester sebelumnya yaitu 50%. Peningkatan aktifitas dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa melalui pembelajaran kooperatif telah melecut motivasi guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran untuk selalu berkreasi dan berinovasi untuk menggali potensi siswa. Aktifitas tidak tumbuh begitu saja namun mesti dirangsang, salah satunya dengn model pembelajaran kooperatif. Karena pembelajaran kooperatif memberikan peluang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengekpresikan diri serta wadah untuk berkompetisi dalam belajar dengan mengedepankan azas-azas sosial seperti saling mengahargai dan tanggung jawab. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif intergroup relation dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ SMKN Bangkinang Kota Pada Mata Pelajaran PKn.
Copyrights © 2019