Pembangunan kepariwisataan di Bali berperan penting dalam perekonomian masyarakat. Namun tanpa disadari eksplorasi pariwisata berdampak pada lingkungan dan budaya masyarakat Bali. Hal tersebut dapat dilihat dari alih fungsi lahan, pergeseran nilai-nilai budaya dan gangguan ketertiban sosial lainnya yang semakin marak. Untuk meminimalisir dampak negatif industri pariwisata, pemerintah mengembangkan pembangunan pariwisata ekologi (ecotourism) atau pembangunan pariwisata berkelanjutan dalam bentuk ekowisata. Implementasi kebijakan ekowisata memiliki kendala yang harus dihadapi oleh aktor-aktor kebijakan. Pemerintah sebagai pemegang kendali kebijakan selayaknya melibatkan aktor lain seperti universitas untuk dapat berkontribusi didalamnya. Tulisan ini mendeskripsikan kontribusi universitas dalam hal ini Warmadewa sebagai salah satu aktor dalam kebijakan ekowisata di Bali.
Copyrights © 2019