Pendhapa
Vol 10, No 2 (2019)

PERANCANGAN INTERIOR OMAH BATIK SOLO DI SURAKARTA

Ibnu Atha’Illah Atha’Illah (Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta)
Joko Budiwiyanto Budiwiyanto (Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta)



Article Info

Publish Date
26 Mar 2020

Abstract

Batik, warisan budaya yang tetap dilestarikan dari generasi ke generasi Indonesia. Batik Indonesia diakui oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 dalam daftar Representative sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative list of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) karena kaya akan simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia. Sejarah batik di Solo bermula pada masa Kerajaan Pajang lebih dari 4 abad yang lalu. Memasuki abad XX, batik menjadi salah satu identitas perekonomian masyarakat Jawa dan hingga kini nilai komersil lebih unggul dari edukasi. Perihal perlunya penunjang sarana edukasi mengenai batik yang mencakup rekreasi dan apreseiasi melatar belakangi perlu adanya Perancangan Interior Omah Batik Solo di Surakarta. Penggunaan kata Omah dari judul mengacu pada arti fungsional rumah, yakni sebagai tempat istirahat atau hunian, pembinaan atau perawatan dan bersosialisasi. Objek yang digarap memfokuskan pada interior ruang informasi, museum, runaway hall dan showroom dengan gaya ekletik (indisch-jawa) dengan pendekatan batik solo terpilih. Kata kunci: batik, solo, indisch, jawa

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

pendhapa

Publisher

Subject

Arts Humanities Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Environmental Science Social Sciences

Description

Jurnal Desain Interior, Seni dan Budaya adalah jurnal yang mempublikasikan wacana dan hasil penelitian berterkiat dengan desain, desain interior dan diskursus desain interior terhadap kajian seni dan budaya. Pendhapa dalam susunan rumah tradisional Jawa merupakan ruang terbuka untuk menerima tamu, ...