Pada kenyataannya hasil belajar pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) sangat rendah, yakni hanya 54,55% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 57,73. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memenuhi syarat ketuntasan minimal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) melalui metode Elaborasi Siswa Kelas IV SDN 1 Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 69,09; siklus II 75,91, dan siklus III 81,36. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 72,73%, siklus II meningkat menjadi 81,82%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Elaborasi dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada kompetensi dasar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB).
Copyrights © 2020