Beberapa alasan peneliti mengembangkan teknik Jigsaw pada pembelajaran mata Pelajaran IPA Terpadu disebebkan karena di dalam kurikulum mata Pelajaran IPA Terpadu dapat membantu siswa untuk ; (1) menjalani kehidupan sehari – hari secara efektif, (2) memahami dunianya dan hal – hal yang mempengaruhinya, (3) memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, fleksibel dan inovatif, (4) mengembangkan pengertian tentang konsep – konsep Fisika/IPA, (5) menilai dan menggunakan produk teknologi, (6) memahami bahwa karir dalam sains dan teknologi cocok bagi pria dan wanita, (7) membuat penelitian tentang isu – isu yang berkenaan dengan lingkungan sosial dan buatan, (8) bertanggung jawab terhadap perbaikan kualitas lingkungan, (9) memberikan pemecahan pada dilema moral sehubungan dengan isu – isu sains dan teknologi, dan (10) menyiapkan diri untuk studi pada tingkatan yang lebih lanjut. Terbukti bahwa pada tahap awal penelitian hasil belajar siswa adalah : 2 siswa mendapat skor 58; 3 siswa mendapat skor 61; 3 siswa mendapat skor 63; 7 siswa mendapat skor 64; 4 siswa mendapat skor 66; dan 3 siswa mendapat skor 67. Skor rata-rata 63,69. Dengan prosentase 63,69%. Dan pada akhir pelaksanaan penerapan metode jigsaw yaitu pada siklus terakhir siklus 4 hasil belajar siswa adalah : 4 siswa mendapat skor 84; 7 siswa mendapat skor 85; 4 siswa mendapat skor 86; 5 siswa mendapat skor 87; dan 2 siswa mendapat skor 88. Skor rata-rata 85,73. Dengan prosentase 86%. Peningkatan prestasi belajar siswa ini menunjukkan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh strategi belajar yang diberikan guru. Bagaimana guru dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar, maka strategi yang cocok harus diterapkan oleh guru tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dapat baik bila strategi yang diberikan oleh guru belajarnya juga baik.
Copyrights © 2020