Beberapa kawasan industri yang berada di wilayah pesisir pantai yang rawan bencanamembutuhkan penanganan yang lebih serius mengingat adanya faktor kerawanan terhadap bencana kegempaan dan tsunami serta bencana ikutan berupa bencana pencemaran lingkungan oleh industri akibat rusaknya fasilitas-fasilitas pabrik yang ada di kawasan tersebut. Untuk memitigasi bencana industri dan pencemaran yang terjadi di wilayah pesisir ini dibutuhkan adanya pengkajian resiko bencana. Salah satu aktivitas pengkajian resiko bencana di kawasan industri yang berada di wilayah pesisir pantai adalah mengidentifikasi potensi bahaya (hazard identification), baik bahaya karena fenomena alam maupun karena ulah manusia, serta menganalisis resikonya. Untuk mendukung pengkajian resiko di kawasan ini dibutuhkan peta mikrozoning (risk mapping) yang menggabungkan antara peta mikrozoning kawasan bencana alam dan model spasial distribusi pencemar ke lingkungan. Berdasarkan data dan informasi yang didapatkan dari hasil analisis model dan peta mikrozoning tersebut dapat dilakukan analisis kerawanan bencana.
Copyrights © 2003