JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi)
Vol 5, No 1 (2020): April 2020

Tumbuhan obat berpotensi imunomodulator di suku anak dalam bendar bengkulu

Fitria Lestari (Pendidikan Biologi, STKIP PGRI Lubuklinggau, Jl.. Mayor Toha Kelurahan Air Kuti, Lubuklinggau (31626), SUM-SEL)
Ivoni Susanti (Pendidikan Biologi, STKIP PGRI Lubuklinggau, Jl.. Mayor Toha Kelurahan Air Kuti, Lubuklinggau (31626), SUM-SEL)



Article Info

Publish Date
07 Apr 2020

Abstract

Infeksi merupakan penyakit pembunuh kedua setelah kardiovaskular yang disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, cacing, dan jamur parasitik yang masuk ke dalam atau permukaan tubuh, sehingga hal inilah yang menjadi alasan pentingnya keberadaan imun di dalam tubuh. Bahan yang dapat memodulasi sistem imun tubuh dikenal dengan imunomodulator. Umumnya masyarakat menggunakan obat sintetis untuk mengembalikan ketidakseimbangan imun, namun penggunaan dalam jangka panjang dampak berdampak buruk bagi tubuh, seperti kerusakan ginjal, hati, dan lainnya. oleh karena itu, salah satu solusi yang diberikan dengan menggunakan tumbuhan obat seperti yang masih dipertahankan oleh Suku Anak Dalam Bendar Bengkulu. Namun, keberadaan tumbuhan ini masih belum didata, sehingga perlu dilakukan tindak lanjut agar dapat diketahui oleh masyarakat umum. Metode yang digunakan adalah eksplorasi yang dimulai dari observasi, wawancara dengan kepala suku serta masyarakat sekitar, dan dokumentasi serta identifikasi dengan menggunakan beberapa referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 jenis tumbuhan obat berpotensi imunomodulator.Kata kunci: Imunomodulator, suku anak dalam bendar bengkulu, tumbuhan obat The immunomodulator of plant medicine on suku anak dalam bendar bengkulu. Infection is the second most deadly disease after cardiovascular caused by viruses, bacteria, protozoa, worms and parasite fungi that come inside or surface of the body. It may cause the urgency of immune system in the body. The substance which can modulate immune system is called immunomodulator. Generally people use synthetic medicine to restore immunity damage. However, the long-term use may negatively affect the body, such as causing kidney, heart and other organs damage. Therefore, one of the solutions is by applying medicinal plants like was done by Suku Anak Dalam Bendar Bengkulu. However, the existence of the plants has not recorded yet. Therefore, it needs a further action to inform larger people. The method of the research was through exploration by doing some techniques, such as, observation, interview to the chief of the tribe and surrounding people, and documentation as well as identification by using some relevant references. The result presents there are 40 plant species which are potentially as immunomodulator.Keywords: Imunomodulator, suku anak dalam bendar bengkulu, medicinal plants

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JBIO

Publisher

Subject

Education

Description

JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) adalah jurnal yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan biologi, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun ...