Al-Qalam
Vol 25, No 3 (2019)

WAJAH AGAMA DI HADAPAN POLITIK IDENTITAS: REFLEKSI-KRITIS SEJARAH DI/TII DI SULAWESI TENGGARA

Fathul Karimul Khair (Alumni Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makassar)



Article Info

Publish Date
09 Jan 2020

Abstract

Posisi agama dalam politik identitas belum banyak dibincangkan secara serius oleh para peneliti sosial. Salah satu peristiwa dalam sejarah Indonesia yang dapat dijadikan acuan untuk lebih jelas memandang persoalan itu adalah gerakan DI/TII di Sulawesi. Pimpinan gerakan ini adalah Qahar Muzakkar, seorang pemuda dari Sulawesi Selatan yang turut berjuang selama revolusi Indonesia. Ia berontak karena beberapa tuntutannya soal ketentaraan ditolak oleh TNI, lalu pada tahun 1953 menjadikan Islam sebagai landasan pemberontakannya. Makalah ini menggunakan kerangka pemikiran Francis Fukuyama soal politik identitas untuk menginvestigasi langkah praktis politik Qahar Muzakkar. Langkah taktis Qahar itu kemudian berimplikasi pada corak gerakan mereka di Sulawesi Tenggara, suatu daerah periferi dari Sulawesi Selatan ketika pemberontakan tersebut dideklarasikan. Berangkat dari studi arsip dan literatur dalam metode sejarah, makalah ini memperlihatkan ciri-ciri megalothymia dalam kelompok Qahar. Ciri yang demikian nampak ketika kelompoknya menggunakan agama baik untuk meneror maupun menarik simpati massa di Sulawesi Tenggara. Terdapat pula gambaran mengenai posisi ulama lokal Sulawesi Tenggara di bawah tekanan arus politik penuh darah itu. Gerakan DI/TII di Sulawesi Tenggara adalah satu contoh konflik politik identitas dalam sejarah Indonesia. Telaah kritis pada episode sejarah ini akan memperlihatkan bagaimana posisi agama sebagai wahana sekaligus korban dari suatu ambisi politik.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

Alqalam

Publisher

Subject

Religion

Description

Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan ...