Stone axe found at several prehistoric sites in Papua, shows the influence of Austronesian culture that brought together other cultures. The survey results revealed that the presence of the stone axe is still functional in some tribes in Papua for traditional ceremonies, funeral rites, religious, gardening and farming. The results of the research that has been conducted shows that the stone axe is one of the remains of the cultural diversity that can unite the tribes in Papua. Stone axes can also serve to strengthen the identity of the nation and the state, and can be passed down to younger generations through education of local content for students.AbstrakKapak batu yang ditemukan pada beberapa situs prasejarah di Papua, menunjukan adanya pengaruh budaya Austronesia yang dibawa bersama budaya lainnya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa keberadaan kapak batu saat ini masih difungsikan dalam beberapa suku di Papua untuk upacara-upacara adat, upacara kematian, religius, berkebun dan berladang. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa kapak batu adalah salah satu tinggalan budaya yang dapat mempersatukan keragaman suku-suku yang berada di Papua. Kapak batu juga dapat berperan untuk menguatkan jati diri bangsa dan negara, serta dapat diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan muatan lokal bagi pelajar dan mahasiswa.
Copyrights © 2013