Miskonsepsi merupakan penjelasan yang salah dan suatu gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang diterima para ahli. Miskonsepsi merupakan hal yang harus dihindari guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi salah satunya dalam Matematika. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada mata pelajaran Matematika. Dalam penelitian ini subjek yang diteliti adalah guru Matematika dan siswa dari 18 SD/MI di dataran tinggi Gayo yang terdiri atas 3 Kabupaten yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Masing-masing kabupaten diambil 6 sekolahyaitu 2 subjek dengan tingkat kemampuan tinggi, 2 subjek dengan tingkat kemampuan sedang, dan 2 subjek dengan tingkat kemampuan rendah. Instrumen yang digunakan adalah soal tes kemampuan matematika siswa, soal tes CRI (Certainly of Respon Indeks) dan wawancara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan tes pelacakan miskonsepsi yang dianalisis secara deskriptif dengan teknik CRI (Certainly of Respon Indeks). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Miskonsepsi siswa dominan pada konsep Bilangan. (2) Miskonsepsi yang dialami siswa dengan kemampuan tinggi lebih sedikit jika dibandingkan dengan siswa dengan kemampuan matematika sedang dan rendah.
Copyrights © 2016