Belajar sejarah seperti mempelajari diri sendiri karena erat kaitannya dengan aspek sosiokultural sebagai pribadi maupun masyarakat. Sejarah menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diartikan sebagai hal-usul (keturunan) silsilah, kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau dalam riwayat. Mempelajari sejarah membutuhkan metode belajar yang dapat mengasah otak, merangsang kreativitas, dan menimbulkan kolaborasi antar siswa sehingga materi dapat terserap dengan baik. Beberapa metode belajar yang dianggap efektif meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam mata pelajaran sejarah antara lain, metode Think Pair Share, model pembelajaran kreatif dan produktif, metode group investigation, Value Clarification Technique, model genius learning, dan pemutaran film.
Copyrights © 0000