cover
Contact Name
Gretiano
Contact Email
gretiano@jagaddhita.org
Phone
-
Journal Mail Official
gretiano@jagaddhita.org
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Buletin Jagaddhita
ISSN : 26568225     EISSN : 26560089     DOI : -
Core Subject : Social,
Jagaddhita Bulletin is scientific publications about popular behavioral innovative research/ideas that are closely related to everyday life. Jagaddhita Bulletin publishes in the second week of each month by the Jagaddhita Institute. Further info, please contact redaksi@jagaddhita.org.
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Kecurangan Akademik: Sudah Tau Salah, Kenapa Masih Dilakukan? Fathana Gina
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah sejak lama isu mengenai kecurangan akademik berkembang di dunia pendidikan, namun tampaknya sampai saat ini belum ada solusi yang benar-benar dapat menuntaskan masalah tersebut. Kecurangan akademik tampaknya semakin dianggap wajar oleh para siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang melakukan kecurangan untuk mendapatkan nilai yang memuaskan. Di Indonesia, penelitian yang dilakukan oleh Febriyanti (2008) terhadap 208 mahasiswa menunjukkan hasil 97,6 persen dari total responden mengaku pernah melakukan kecurangan akademik. Kecurangan akademik yang paling banyak dilakukan adalah dengan menggunakan materi yang dilarang digunakan saat dilaksanakan ujian, plagiasi, dan pemalsuan data pada penyusunan laporan atau tugas kuliah.
Guru, Profesi yang Luar Biasa Dewi Masruroh
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah bisa disebut menjadi rumah kedua bagi anak. Jika di rumah tanggung jawab anak ada pada orang tua, sedangkan di sekolah tanggung jawab anak sepenuhnya dipegang oleh guru. Tak heran terkadang anak sangat dekat dan patuh kepada bapak/ibu guru dibandingkan dengan orang tua. Hal tersebut menjadikan guru adalah sosok yang penting sebagai orang tua kedua di sekolah untuk dapat mengenali pribadi anak, mengoptimalkan tumbuh kembang anak, meningkatkan prestasi anak, dan mendidik anak menjadi pribadi yang memiliki akhlak yang baik.
Kecemasan Pada Anak dengan Asma Tiara Asri Sasmitawati
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak membutuhkan kondisi fisik yang sehat agar dapat tumbuh dengan optimal namun, tidak dipungkiri jika anak-anak juga masih sangat rentan dengan berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang ditemui pada anak-anak adalah penyakit asma. Asma merupakan penyakit kronis tidak menular yang sering dialami anak, dan menjadi perhatian baik orang tua maupun tenaga kesehatan. Menurut data Riskesdas (2018), yang di dapat berdasarkan diagnosis dokter, prevalensi asma pada penduduk di Indonesia dalam semua usia adalah 2.4%. Angka yang cukup besar untuk menjadi perhatian. Penyakit asma tidak hanya penyakit fisik semata, namun asma juga menyebabkan gangguan pada kualitas hidup, baik fisik maupun psikis. Serangan asma yang dialami penderita asma dapat dicegah apabila penderita asma mengetahui dan menghindari faktor pencetusnya. Faktor-faktor pencetus asma antara lain infeksi virus saluran nafas, allergen seperti debu rumah, bulu binatang, asap rokok, kegiatan jasmani seperti lari, ekspresi emosional takut, marah, frustrasi dan lingkungan fisik, seperti polusi udara (Sundaru, 2003). Kondisi sosial ekonomi rendah, riwayat asma pada orang tua, dan orang tua yang merokok berhubungan signifikan dengan kejadian asma pada anak. Selain itu, faktor lain pencetus asma pada anak adalah udara dingin, flu dan infeksi, kelelahan, debu, dan asap rokok (Dharmayanti, Hapsari, Azhar, 2015).
Guru Sebagai Agen Perubahan Perilaku Perundungan Novendawati Wahyu Sitasari
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan sudah menjadi sebuah budaya dalam lingkungan sekolah. Terkadang guru tidak menyadari bahwa perilaku perundungan sedang terjadi di depan mata. Namun, masih ada guru yang menanggapinya dengan tidak serius karena menganggap bahwa perundungan adalah hal yang sudah biasa dilakukan sebagai bagian dari tradisi sekolah itu sendiri. Sehingga, pada umumnya, perundungan baru diperhatikan jika ada korban terluka parah, ada orang tua yang berani melaporkan ke pihak yang berwajib atau sudah terjadi korban yang meninggal.
Mengajarkan Kemampuan Mengelola Emosi Marah Pada Remaja Dalam Bidang Pendidikan Suryo Atmojo
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan terancam di respon secara alami oleh hewan dengan menyerang sebagai bentuk insting dasar, demikian juga dengan manusia. Manusia dan hewan sama-sama memiliki insting dasar untuk marah dalam merespon situasi, hanya saja manusia dituntut untuk meluapkan marah dengan cara yang tepat, tidak merugikan pihak lain serta tidak melanggar hukum yang berlaku. Namun, tuntutan untuk merespon situasi terancam dengan tepat tampaknya menjadi hal sulit bagi remaja.
Upaya Guru Bimbingan Konseling dalam Mendorong Siswa Menentukan Pilihan Studi Rochmiani Netty
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah sebagai sarana pendidikan sangat perlu mengembangkan dirinya untuk optimalisasi tumbuh kembang anak didik. Sekolah tidak sekadar tempat belajar mengajar untuk memenuhi tuntutan materi pelajaran saja, namun sekolah perlu menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang dan masa depan anak didik di masyarakat nantinya. Salah satu agenda sekolah dalam upayanya melakukan pengembangan diri adalah melibatkan semua komponen sekolah untuk membantu siswa dalam merencanakan masa depan yaitu kelanjutan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau kuliah. Komponen sekolah tersebut adalah guru, orang tua, dan teman sebaya, yang secara signifikan dapat mempengaruhi siswa dalam menentukan pilihan studi.
Fakta Dibalik Bayi Bau Tangan Sarah Rachmawati
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal kehidupan, bayi selalu menginginkan untuk bersama ibunya, sehingga muncul istilah ‘bayi bau tangan”. Istilah bayi bau tangan ini adalah kondisi dimana bayi nyaman dan tenang ketika dipeluk ataupun digendong oleh ibunya namun ketika diletakkan bayi akan menangis. Banyak orang tua yang mengeluhkan bayinya ketika berada pada kondisi tersebut seolah-olah kondisi tersebut merupakan hal yang tidak wajar. Sehingga tidak jarang orang tua justru membiarkan bayi menangis dalam kondisi terpisah dari ibunya, agar tidak terbiasa gendongan atau tidak bau tangan. Namun, sebenarnya hal ini bertentangan dengan teori psikologi yang menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan rasa aman melalui sentuhan fisik merupakan hal yang sangat penting dalam tahap perkembangan. Bukan tidak beralasan bayi baru lahir ingin selalu bersama ibunya, karena selama sembilan bulan bayi di rahim Ibu yang gelap, hangat, nyaman dan aman.
Kaitan Perkembangan Remaja Dengan Partisipasi Dalam Olahraga Wara Rahmawati
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja, adalah kelompok yang sering menjadi tema menarik untuk diulas dalam berbagai perspektif, salah satunya psikologi. Remaja yang dikenal dengan sebutan age of storm and stress, menjalani tahapan perkembangan masa transisi dengan berbagai tekanan terhadapnya (Hurlock, 1993). Remaja sebagai kelompok yang belum dapat dikatakan dewasa, namun juga tidak lagi anak-anak, menjadikan remaja sering kali kebingungan akan identitas dirinya (Putro, 2017). Kebingungan akan identitas diri ini terkait dengan perubahan fisik, anatomi, psikologis, dan sosial yang cenderung memunculkan tindakan destruktif (Nur Hidayah, 2016) sehingga berpengaruh tidak hanya pada individu remaja tetapi juga individu lain di sekelilingnya, salah satunya dari orang tua.
Body Image dan Bentuk Tubuh Ideal, Antara Persepsi dan Realitas Lisa Puspasari
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh ideal adalah dambaan semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Tubuh ideal adalah tubuh yang relatif proporsional dengan tinggi badan, atau secara umum dapat dikatakan tidak gemuk dan juga tidak kurus. Proporsi ideal ini dapat dihitung dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu angka penilaian standar berdasarkan proporsi perbandingan tinggi badan dan berat badan, sehingga dapat dikategorisasikan dalam golongan normal, kurang, berlebih, atau obesitas. Namun realitasnya, banyak di antara individu terutama wanita terkadang tidak menggunakan acuan IMT dalam memersepsikan bentuk tubuhnya. Proporsi tubuh sudah sesuai dengan IMT normal, namun masih merasa gemuk atau kurang ideal. Gambaran tentang tubuh ideal antara persepsi dan realitas terkadang tidak sinkron. Hal tersebut memicu munculnya body image yang negatif, terlebih banyaknya media digital maupun sosial yang memunculkan tipe tubuh ideal, dari rambut hingga kaki.
Menumbuhkan Minat Baca Buku Berbahasa Inggris Melalui Optimalisasi Layanan Perpustakaan Mimin Asmi
Buletin Jagaddhita
Publisher : Lembaga Jagaddhita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, terutama dalam bidang pendidikan. Banyak hal yang memerlukan perubahan untuk mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan yang terus meningkat, salah satunya adalah penyegaran layanan perpustakaan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Perpustakaan mempunyai fungsi sebagai pusat edukasi, informatif, rekreasi, riset dan penelitian (Bafadal, 2009), sehingga layanan perpustakaan haruslah optimal dalam menjalankan fungsinya. Sebuah perpustakaan dapat berfungsi bagi pemakainya dengan beberapa syarat tertentu, yaitu adanya pembaharuan koleksi, sistem dan aturan yang sesuai jaman, ruang /tempat berlangsungnya kegiatan, ada petugas pustakawan, ada pemakai, serta mitra kerja (Sutarno, 2006). Namun seiring perkembangan jaman dan teknologi dirasakan bahwa minat baca siswa terhadap buku berbahasa Inggris di perpustakaan mulai menurun, salah satu faktornya adalah diantaranya pelayanan perpustakaan yang belum disegarkan.

Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue