Suar Betang
Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018

LEKSIKON DALAM UPACARA KEMATIAN (TIWAH) SUKU DAYAK NGAJU

Andi Indah Yulianti (Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Universitas Brawijaya Malang)



Article Info

Publish Date
22 Aug 2018

Abstract

Di dalam upacara tiwah ini terdapat banyak leksikon yang berhubungan dengan upacara adat kematian. Leksikon ini mempunyai hubungan erat dengan nilai-nilai adat budaya suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Penulis tertarik untuk membahas tentang leksikon dalam upacara tiwah karena leksikon upacara tiwah suku Dayak Ngaju memiliki kekhasan tersendiri sebagai salah satu kekayaan bahasa dan budaya nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mendeskripsikan leksikon upacara tiwah dari segi pelaksanaan dan peralatan yang digunakan dan mengungkap fungsi leksikon upacara tiwah sebagai salah satu kekayaan bahasa dan budaya nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian data. Leksikon dalam upacara kematian suku Dayak Ngaju diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kegiatan dan peralatan. Leksikon upacara kematian suku Dayak Ngaju memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai cerminan adat budaya masyarakat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah, identitas keagamaan dan spiritualitas Hindu Kaharingan, dan sebagai gambaran rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat Suku Dayak Ngaju.(Lexicons in Dayak Ngaju’s Death Ceremony (Tiwah) )There are many lexicons related to funeral ceremony of tiwah. These lexicons are closely linked with the values of the indigenous culture of Ngaju Dayak in Central Kalimantan. The writer was interested in discussing the lexicon in tiwah ceremony because it has its peculiarities as one of the language wealth and national culture. This study aims to classify and describe the lexicon of tiwah ceremony regarding the implementation and the equipment used and uncover the lexicon functions of the ceremony. The method used in the study is the descriptive qualitative method through three stages, they are data collection, data analysis, and data presentation. Lexicon in Ngaju Dayak funeral ceremony is classified into two; they are, activities and equipment. The lexicon has several functions, namely, as a reflection of the culture of Dayak Ngaju people of Central Kalimantan, religious identity, and Kaharingan Hindu spirituality, and as a picture of a sense of togetherness and cooperation of Ngaju Dayak community

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

BETANG

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

SUAR BETANG is a journal that publishes articles in the study of literature, linguistics, and language teaching. This journal will be consumed by litterateur, linguists, researchers, university lecturers in language teaching, students in linguistics, language teachers, journalists, and other ...