Majalah Farmasetika
Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019

Uji Potensi Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Bambu-Bambu (Polygonum pulchrum Blume) Dengan Metode Stabilisasi Membran Sel Darah Merah Secara In Vitro

Fery Indradewi Armadany (Fakultas Farmasi, Universitas Halu Oleo, Kendari-Sulawesi Tenggara)
Wahyuni Wahyuni (Fakultas Farmasi, Universitas Halu Oleo, Kendari-Sulawesi Tenggara)
M. Ardianti (Fakultas Farmasi, Universitas Halu Oleo, Kendari-Sulawesi Tenggara)
A. N. T. A Mallarangeng (Fakultas Farmasi, Universitas Halu Oleo, Kendari-Sulawesi Tenggara Fakultas SAINTEK, Jurusan Farmasi, Institut Teknologi dan Kesehatan Avicenna, Kendari-Sulawesi Tenggara)



Article Info

Publish Date
25 Jan 2020

Abstract

Inflamasi merupakan rangkaian perubahan kompleks dalam jaringan akibat cedera yang disebabkan oleh bakteri, trauma, zat kimia, panas dan nyeri.Tumbuhan bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) adalah salah satu jenis tumbuhan perennial yang mengandung senyawa bioaktif dengan beberapa potensi aktivitas farmakologi, diantaranya sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan uji  aktivitas antiinflamasi dari daun bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) dengan menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Kandungan  metabolit sekunder diidentifikasi menggunakan metode skrining fitokimia secara kualitatif berdasarkan reaksi pengujian warna. Pengujian potensi aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan metode stabilisasi membran sel darah merah secara In Vitro yaitu melalui kemampuan daya hambat ekstrak etanol daun bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) terhadap lisis sel darah merah akibat induksi larutan hipotonis yang kemudian dibandingkan dengan kontrol positif yaitu natrium diklofenak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol Polygonum pulchrum Blume positif mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Nilai persentase stabilitas sel darah merah yang dimiliki oleh ekstrak etanol daun Polygonum pulchrum  dengan konsentrasi 50, 100, 200, 400, 800, dan 1600 ppm berturut-turut adalah 58,13%; 67,3%; 75,72%; 83,28%; 87,05%; dan 92,99%. Adapun stabilitas persentase yang dimiliki oleh kontrol positif dengan konsentrasi 50, 100, 200, 400, 800, dan 1600 ppm adalah 58,99%; 66,38%; 73,24%; 80,58%; 82,95% dan 86,73%. Ekstrak etanol daun bambu-bambu (Polygonum pulchrum Blume) pada semua variasi konsentrasi memiliki potensi aktivitas dalam menstabilkan membran sel darah merah.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

farmasetika

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. ...