Seiring penyebaran syiar Islam di nusantara, pada abad ke-19 masehi ditemukan sebuah naskah berjudul Perukunan Besar Melayu karya Abdul Rasyid Banjar. Naskah ini membahas tentang kaidah fikih yang pemaparannya menggunakan Bahasa Indonesia dan ditulis dengan aksara Arab-Melayu. Naskah Ini Kitab Perukunan Besar Melayu dijadikan sebagai objek penelitian yang dikategorikan sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan filologi deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan 1) alih aksara agar memperoleh suntingan teks naskah Ini Kitab Perukunan Besar Melayu secara lengkap dan bersih dari kesalahan, 2) penyesuaian ejaan dan pungtuasi, dan 3) distribusi sintaksis. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan analisis data dengan teknik prosedur kerja filologi dan analisis komparatif. Oleh karena itu, penelitian ini mampu menghasilkan 1) transliterasi abjad Arab-Melayu menjadi abjad Latin, 2) rekonstruksi ejaan dan pungtuasi, dan 3) rekonstruksi sintaksis.
Copyrights © 2020