Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 2, No 1 (2017): Edisi September 2017

ANALISIS PROSES, FUNGSI DAN NILAI DIDONGDOAH BIBI SI REMBAH KU LAU DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT KARO

Cindi Klaudia br. Girsang (Universitas Prima Indonesia)
Sri Wulan D. br. Sembiring (Universitas Prima Indonesia)
Yopita Nia Sari br. Ginting (Universitas Prima Indonesia)
Astri Wina Chrisna Sihombing (Universitas Prima Indonesia)
Ermina Waruwu (Universitas Prima Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2021

Abstract

Abstrak.Suku Karo memiliki tradisi pelaksanaan upacara perkawinan.Salah satu tradisi yang dilakukan ialah syair Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau yang didendangkan pada upacara perkawinan adat Karo.Permasalahan penelitian ini ialah bagaimana proses perkawinan adat Karo, bagaimana fungsi dan nilai Didongdoah Bibi Si Rembah Kulaupada upacara perkawinan adat Karo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses perkawinan adat Karo, untuk menganalisis dan mendeskripsikan fungsi dan nilai Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau yang terdapat dalam perkawinan adat Karo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif dan data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dengan teknik rekam dan juga observasi. Instrumen penelitian ialah pedoman wawancara yang digunakan untuk mewawancarai informan yang berjumlah 8 (delapan) orang, terdiri atas tokoh adat, warga, pengantin dan warga yang sudah menerima Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dengan metode analisis sastra lisan. Berdasarkan langkah kerja metodologi tersebut diperoleh hasil penelitian Pertama; proses perkawinan adat Karo terdiri atas 1) Ngembah belo selambar (nungkuni kata) yaitu musyawarah untuk menentukan tanggal pesta.2) Pasu-pasu adalah proses pemberkatan perkawinan yang dilakukan oleh tokoh agama sebelum memulai kerja adat. 3) Nganting manuk, ialah musyawarah untuk mempersiapkan semua kebutuhan pesta. 4) Kerja tumbuk erdemu bayu, ini adalah hari H pernikahan pada suku Karo setelah melewati acara-acara sebelumnya. Kedua;  Isi Didongdoah yang disampaikan oleh bibi si rembah kulau ialah pesan, ajaran/perintah, doa dan harapan, peneguhan perkawinan dan harapan akan keturunan. Ketiga; Didongdoah  berfungsi sebagai  alat pengusaha pranata-pranata sosial dan alat pengawas norma-norma masyarakat. Selain itu, Didongdoah mempunyai nilai seperti nilai agama, nilai moral, nilai sosial dan nilai budaya. Syair Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau dalam upacara perkawinan adat Karo semestinya tetap dilakukan karena dapat dijadikan sebagai kekayaan budaya daerah dan dapat berfungsi untuk pemertahanan integrasi sosial masyarakat.Kata Kunci: Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau, Fungsi dan Nilai, Proses Perkawinan Suku Karo.Abstract.The Karo tribe has a tradition of carrying out wedding ceremonies. One of the traditions carried out was the poem Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau which was sung at the Karo traditional wedding ceremony. The problem of this research is how the marriage process of Karo culture, how the function and value of Didongdoah Bibi Si Rembah Kulaupada is the Karo traditional wedding ceremony. This study aims to analyze and describe the Karo traditional marriage process, to analyze and describe the functions and values of Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau contained in Karo traditional marriage. This study used a descriptive qualitative approach and data was collected using interview methods with recording techniques and observations. The research instrument is the interview guide used to interview informants, amounting to 8 (eight) people, consisting of traditional leaders, residents, brides and residents who have received Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau. Data that has been collected was analyzed using qualitative analysis with the method of oral literature analysis. Based on the work steps of the methodology, the results of the first study were obtained; the Karo customary marriage process consists of 1) worshiping belo selambar (nungkuni kata), namely deliberation to determine the date of the party.2) Pasu-pasu is the process of blessing the marriage carried out by religious leaders before starting customary work. 3) Nganting manuk, is deliberation to prepare all party needs. 4) Erdemu bayu mash work, this is the wedding day of the Karo tribe after going through previous events. Second; The contents of Didongdoah delivered by the aunt of the elephant are messages, teachings / commands, prayers and hopes, confirmation of marriage and hope for descent. Third; Didongdoah functions as a tool for entrepreneurs of social institutions and tools for monitoring community norms. In addition, Didongdoah has values such as religious values, moral values, social values and cultural values. The poem Didongdoah Bibi Si Rembah Kulau during the Karo custom marriage ceremony should still be carried out because it can be used as a regional cultural richness and can function to sustain social integration of the community.Keywords: Didong Pray Bibi Si Rembah Kulau, Functions and Values, Karo Process Marriage.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

Bahastra

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal yang fokus menerbitkan Penelitian Bahasa; Penelitian Sastra; Penelitian Tindakan Kelas Bahasa; Kajian Pustaka; Pengembangan Bahan Ajar Bahasa; Media Ajar Bahasa; dan Penilaian Pembelajaran ...