Surat Ali Imran [3]: 103 yang termasuk bagian dari Kalamullah memiliki nilai penting bahkan dijadikan visi misi dari masing-masing organisasi keislaman di Indonesia seperti LDII, Muhammadiyah, HTI, FPI, MTA Persis dan Nahdlatul Ulama dan lain sebagainya. Sehingga penulis tertarik untuk menjadikan obyek untuk mengupas surat tersebut dari prespektif Nahdlatul Ulama dalam menggali maksud dan tujuan surat Ali Imaran. Dalam menelitinya, penulis menggunakan metode tahlili yang bercorak kebahasaan (lughowi) juga ditunjang dengan data-data yang sudah terkodifikasi sebelumya tentang sejarah awalmula berdirinya Nahdlatul ulama dan hubungannya dengan surat Ali Imron. Stelah dilakukan penelitian secara komperhensif didapatkan pemahaman bahwa perbedaan merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi, untuk itu dalam mewujudkan persaudaraan dibutuhkan “tali” untuk mengikat dengan konsep ukhuwah yaitu ukhuwah Nahdliyah, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wat}aniyah dan ukhuwah Bashariyah. Orisinalitas penelitian ini bisa dipertanggungjawabkan karena sebelumnya belum ditemukan penelitian maupun artikel yang secara khusus membahas tentang surat Ali Imron ayat 103 yang diperkuat dengan bukti dan fakta yang terkodifikasi dalam suatu keorganisasian khususnya Nahdlatul ulama.
Copyrights © 2019