Limmatus Sauda'
Institut Pesantren KH, Abdul Chalim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asal-usul Ahlu Sunnah wa Al-Jama'ah Perspektif Nahdliyyin Limmatus Sauda'
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 1 No 1 (2016): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Nahdlatul Ulama mengklaim berideologi Aswaja, Muhammadiyah juga mengaku bahwa dirinyaadalah pengikut Aswaja, begitu pula dengan Hizbut Tahrir Indonesia dan tidak menutupkemungkinan dengan organisasi keagamaan lainnya. Satu ideologi tapi wujudnya bermacammacam.Untuk menampilkan salah satu wajah Aswaja tersebut, maka dalam hal ini diangkatkajian yang bertema Asal Usul Ahlussunnah Wal Jama’ah Perspektif Nahdliyyin. Sesuaidengan judulnya, penelitian ini membatasi pandangannya pada perspektif Nahdlatul Ulama’saja. Memanfaatkan beberapa dokumentasi legal NU dan beberapa literatur terkait diperolehkesimpulan bahwa ‘Aswaja’ yang digunakan oleh NU secara redaksi bersumber dari sebuahhadis Nabi, yaitu hadis Iftiraq al-ummah. Mengenai substansinya, orang-orang NU memahamiAswaja dengan merujuk pada penjelasan para imam madzhab mereka tentu dengan melaluiproses modifikasi penafsiran
AL-QUR’AN DALAM BUDAYA INDONESIA (Resepsi Hermeneutis Nahdlatul Ulama’ Atas Surat Ali Imran [3]: 103) Limmatus Sauda'
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 4 No 2 (2019): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/altsiq.v4i2.619

Abstract

Surat Ali Imran [3]: 103 yang termasuk bagian dari Kalamullah memiliki nilai penting bahkan dijadikan visi misi dari masing-masing organisasi keislaman di Indonesia seperti LDII, Muhammadiyah, HTI, FPI, MTA Persis dan Nahdlatul Ulama dan lain sebagainya. Sehingga penulis tertarik untuk menjadikan obyek untuk mengupas surat tersebut dari prespektif Nahdlatul Ulama dalam menggali maksud dan tujuan surat Ali Imaran. Dalam menelitinya, penulis menggunakan metode tahlili yang bercorak kebahasaan (lughowi) juga ditunjang dengan data-data yang sudah terkodifikasi sebelumya tentang sejarah awalmula berdirinya Nahdlatul ulama dan hubungannya dengan surat Ali Imron. Stelah dilakukan penelitian secara komperhensif didapatkan pemahaman bahwa perbedaan merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi, untuk itu dalam mewujudkan persaudaraan dibutuhkan “tali” untuk mengikat dengan konsep ukhuwah yaitu ukhuwah Nahdliyah, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wat}aniyah dan ukhuwah Bashariyah. Orisinalitas penelitian ini bisa dipertanggungjawabkan karena sebelumnya belum ditemukan penelitian maupun artikel yang secara khusus membahas tentang surat Ali Imron ayat 103 yang diperkuat dengan bukti dan fakta yang terkodifikasi dalam suatu keorganisasian khususnya Nahdlatul ulama.