Maraknya tindakan maksiat di Sumatera Barat belakangan ini telah mempengaruhi suasana kejiwaan anak-anak, pendidik dan orang tua di Minangkabau. Mereka akan melihat, bahwa ternyata praktik maksiat tidak jauh dari lingkungan sosial mereka. Mereka tidak hanya khawatir bahwa anak-anak mereka akan terpapar berita-berita negatif, tetapi juga bisa menjeremuskan generasi muda pada perilaku maksiat itu. Tulisan ini ingin membahas tentang tantangan orang tua dan pendidik di Sumatra Barat menghadapi maraknya fenomena maksiat di daerah ini. Padahal, Minangkabau adalah daerah berbudaya Islamis sesuai dengan filosofi “adat bersendi syarak syarak bersendi Kitabullah” (ABSSBK).
Copyrights © 2020