Artikel ini berangkat dari asumsi bahwa psikologi sebenarnya merupakan kajian penjelasan yang sistematis berupa gambaran jiwa, perilaku, dan fungsi mental manusia. Namun demikian, dalam dunia psikologi modern, kajian seputar problem konsep diri dengan proses kesadaran keberagamaan sebagai tolak ukur kejiwaan manusia masih diterlantarkan. Dengan menggunakan metode literatur review artikel ini menemukan beberapa point penting mengenai pendefinisian diri oleh psikolog modern lebih menekankan pada hal yang bersifat empiris. Selanjutnya problem kejiwaan yang bermasalah sesungguhnya berangkat dari masalah pendefinisian yang tidak esensi itu. Problem tersebut disebut dengan konsep nafs yang jauh dari makna sesungguhnya hal ini berbeda sama sekali dengan makna diri dalam psikologi Islam. para psikolog muslim menghadirkan makna diri lebih kepada hal-hal yang sangat esensi, yang disebut dengan ruh dan fitrah. Daripada itu makalah ini mengkaji lebih lanjut konsep diri yang diasaskan dengan dasar worldview of Islam sehingga mendorong lahir dan berkembangnya psikolog, individu, masyarakat serta produk keilmuan yang beradab.
Copyrights © 2020