Bahasa Bali memiliki peranan penting dalam berbagai kehidupan termasuk dalam kehidupan beragama. Bahasa Bali yang memiliki sistem tingkat-tingkat bahasa dalam bentuk bahasa alus, bahasa madia, dan bahasa kasar, membuat peranan dan fungsi bahasa Bali menjadi semakin eksis dan mendominasi pemakaiannya dalam kehidupan bermasyarakat terutama dalam kegiatan keagamaan. Hal ini sangat layak karena dengan adanya sistem tingkat-tingkatan bahasa seperti bahasa alus, bahasa madia, bahasa kasar dimaksud, maka dalam kehidupan keagamaan masyarakat pendukung dan pemakai bahasa Bali akan dapat memilih nilai bahasa terutama bahasa alus baik dalam pemakaian secara vertikal yakni dalam konteks hubungan antara manusia dengan Tuhan, maupun dalam konteks hubungan antara manusia dengan sesama manusia. Pemakaian seperti ini dilakukan terhadap seluruh kegiatan keagamaan , termasuk dalam kegiatan kesenian sebagai pendukung kegiatan keagamaa itu sendiri. Inilah yang dimaksudkan bahasa Bali sebagai penopang kehidupan beragama. Jadi bahasa Bali dalam hal ini bersifat sosio religius
Copyrights © 2013