cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
PENERAPAN MODEL STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BEBANDEM DALAM PEMBELAJARAN ALJABAR I Komang Gede Sudarsana
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.431 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.24

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengantujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIIISMP Negeri 1 Bebandem dalam pembelajaran aljabar dengan penerapan model STAD.Subjek daripenelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bebandem berjumlah 32 orangterdiri dari 18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan duasiklus dengan masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) perencanaan,(2) tindakan, (3) observasi/evaluasi, dan (4) refleksi. Objek dari penelitian ini adalahaktivitas dan prestasi belajar siswa.Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah(1) data aktivitas siswa yang dikumpulkan dengan lembar observasi kemudian dianalisisberdasarkan mean ideal dan standar deviasi ideal, (2) data prestasi belajar siswa yangdikumpulkan dengan tes selanjutnya dianalisis berdasarkan daya serap dan ketuntasanbelajar. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah pembelajaran dikatakanberhasil apabila aktivitas siswa minimal termasuk dalam kategori aktif, dengan dayaserap yang dicapai siswa e” 70% dan ketuntasan belajar e” 85% .Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penerapan model STAD dalam pembelajaran aljabar: (1)dapatmeningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanyapeningkatan skor rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 2,95dan aktivitas siswa termasuk kategori aktif, (2) dapat meningkatkan prestasi belajarmatematika siswa, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan daya serap dari siklusI ke siklus II sebesar 4,85% dan ketuntasan belajar sebesar 9,37%. Berdasarkanhasil-hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penerapan modelSTADdapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Bebandem dalam pembelajaran aljabar dan disarankan kepada guru matematikauntuk menerapkan model STADsebagai upaya meningkatkan aktivitas dan prestasibelajar siswa dalam pembelajaran aljabar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS X AP 5 SMK NEGERI 1 AMALAPURA I. PENDAHULUAN TAHUN AJARAN 2016/2017 I Made Subagia
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.702 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.26

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan flipped classroom untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X AP 5 SMK Negeri 1 Amlapura. Penelitianini dilatar belakani oleh kuranya referensi yang dimiliki oleh siswa sehingga siswa masukkelas tanpa pengetahuan awal yang cukup sehingga berdampak pada rendahnya prestasibelajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian PTK dengan dua siklus. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan metode fidded classroom dapat meningkatkan prestasibelajar siswa. Rerata prestasi belajar siswa pada siklus I sebesar 72,22 eningkat menjadi74, 38. Dengan ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 80,08 persen dan pada siklusII sebesar 91,89 persen. Pembelajaran dengan flipped classroom dapat mengefektifkanproses pembelajaran karena aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan dikelasdikerjakan di rumah begitu pula sebaliknya aktivitas pembelajaran yang biasanyadikerjakan dirumah diselesaikan di kelas. Model pembelajaran ini mengacu pada sistempendidikan pada abad 21.
KONTRIBUSI KOMPETENSI PROFESIONAL, KONSEP DIRI AKADEMIK SERTA MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KUALITAS PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI TINGKAT SMA SE-KABUPATEN KARANGASEM I Ketut Wiriyawan
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.502 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi KompetensiProfesional, Konsep Diri Akademik, Motivasi Kerja Guru terhadap Kualitas PengelolaanPembelajaran, secara terpisah maupun simultan pada guru Bahasa Inggris SMA diKabupaten Karangasem. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat Kontribusiyang positif dan signifikan Kompetensi Profesional terhadap Kualitas PengelolaanPembelajaran melalui persamaan garis regresi v=103,99 + 0,220 X dengan kontribusisebesar 12,0%, (2) terdapat Kontribusi yang positif dan signifikan Konsep Diri Akademik1 terhadap Kualitas Pengelolaan Pembelajaran melalui persamaan garis regresi v =117,11+ 0,195 X dengan kontribusi sebesar 11,0 %, (3) terdapat Kontribusi yang positifdan signifikan Motivasi Kerja Guru terhadap Kualitas Pengelolaan Pembelajaran melalui2 dengan kontribusi sebesar 14,0 % , (4) terdapat Kontribusi yang positif dan signifikan Kompetensi Profesional, Konsep diripersamaan garis regresi v= 90,70 + 0,311 X 3 Akademik, Motivasi Kerja Guru secara simultan terhadap Kualitas PengelolaanPembelajaran melalui persamaan garis regresi v = 98,901 + 0,196 X+0,256 X dengan kontribusi sebesar 22,80%. Berdasarkan temuan tersebut dapatdisimpulkan bahwa Kompetensi Profesional, Konsep Diri Akademik, Motivasi KerjaGuru berkontribusi secara signifikan terhadap Kualitas Pengelolaan Pembelajaran padaguru guru bahasa Inggris SMA di Kabupaten Karangasem baik secara terpisah maupunsimultan. Dengan demikian ketiga faktor tersebut dapat dijadikan prediktor tingkatkecendrungan kemampuan guru dalam meningkatkan kualitas pengelolaanpembelajaran.
BANTEN PANGALA DI DESA PAKRAMAN NGIS KAITANNYA DALAM UPACARA USABHA SAMBAH DI DESA PAKRAMAN TENGANAN Ni Putu Gatriyani
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.251 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.31

Abstract

Di Desa Pakraman Ngis dibuat suatu upakara yang bernama Banten Pangaladalam Upacara Usabha Sambah yang dilaksanakan di Desa Pakraman Tenganan,sehingga adanya keterkaitan kedua desa yaitu hubungan sosial religius secara sekalamaupun niskala.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana latar belakangpenggunaan, bentuk, fungsi dan makna Banten Pangala di Desa PakramanNgisKecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem kaitannya dengan Upacara UsabhaSambah di Desa Pakraman Tenganan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuilatar belakang, bentuk, fungsi dan makna dari pembuatan Banten Pangala. Jenispenelitian kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder, metode pengumpulandata menggunakan teknik observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Pengolahandata dilakukan melalui metode deskriptif dengan teknik analisa Induksi danArgumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Latar belakang penggunaan BantenPangala oleh desa Ngis dan Tenganan) berawal dari kepercayaan secara sekala danniskala yang disakralkan sampai sekarang,(2) Bentuk Banten Pangala yang meliputi: tempat pembuatan di masing-masing rumah oleh Desa Krama yang berjumlah 55orang, waktu pembuatan Banten Pangala yaitu tanggalpang siye sasih kalimasambah menurut kalender Tenganan, alas Banten Pangala berbentuk ceper, sampiandan porosan terbuat dari janur (busung), isi tetandingan jajan kuskus putih, saranaberupa cabak(anyaman dari daun kelapa hijau) sebagai tempat dari seluruh BantenPangala dan kluhkuh yang digunakan sebagai tempat air suci (tirtha) dan tuak, BantenPangala dipersembahkan terlebih dahulu di Pura Dalem Kangin Desa Ngis setelahitu dipersembahkan di Bale AgungDesa Pakraman Tenganan, (3) Fungsi dari BantenPangala sebagaialat konsentrasi, persembahan atau kurban suci, sarana pendidikan,sarana penyucian, dan sebagai perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, (4) BantenPangalabermakna sebagai permohonan restu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa agarpelaksanaan Upacara Usabha Sambah terlaksana tanpa halangan. Diharapkan Kramadari kedua Desa (Ngis dan Tenganan) pada khususnya agar dapat meningkatkan sradhadan bhakti serta melestarikan kebudayaan yang diwariskan oleh leluhur.
AFIKSASI DAN REDUPLIKASI BAHASA BALI DALAM NOVELET RASTI KARYA IDK RAKA KUSUMA I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.702 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk afiksasi dan reduplikasi bahasa Bali serta maknanya dalam novelet Rasti karya IDK Raka Kusuma. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal dan formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) afiksasi bahasa Bali dalam novelet Rasti karya IDK Raka Kusuma, meliputi: prefiks {a-}, {ka-}, {sa-}, {pa-}, {ma-}, {pra-}, {pari-}, {maka}, dan {N} (/ny/, /m/, /n/, /ng/); infiks, yakni infiks {er-}; sufiks, meliputi: sufiks {-a}, {-ang}, {-in}, {-an}, {-é}, {-né}, dan {-n}; simulfiks, yakni simulfiks {pa-N-}; kombinasi afiks, meliputi: kombinasi afiks {ma-an}, dan {ma-N-in}, konfiks, meliputi: konfiks {pa-an}, dan {ka-an}. 2) Reduplikasi bahasa Bali yang terdapat dalam novelet Rasti terdiri dari empat jenis, yaitu: kata ulang murni, kata ulang berubah fonem, kata ulang semu, dan kata ulang dwipurwa. 3) Makna afiksasi bahasa Bali dalam novelet Rasti karya IDK Raka Kusuma, yaitu: menyatakan bilangan; kerja tanggap; keadaan; persamaan waktu; perbuatan atau keadaan dengan pelaku banyak; sesuatu yang berhubungan dengan bentuk asal; benda yang dikenai pekerjaan yang disebut bentuk asal/dasar; menghasilkan, mengeluarkan, mengandung yang disebut dalam bentuk asal/dasar; bertindak dalam hubungan yang tersebut bentuk asal/dasar; memakai, menggunakan; menyatakan ter- atau pekerjaan dalam keadaan sebagai yang tersebut dalam bentuk asal/dasar; mempunyai seperti yang tersebut dalam bentuk asal/dasar; suatu kedudukan, jabatan; kemampuan; menyatakan suatu hal; melakukan perbuatan dengan alat yang disebut bentuk asal atau dasar; melakukan perbuatan untuk menghasilkan yang disebut bentuk asal/dasar; pekerjaan seperti yang disebut bentuk asal/dasar dengan mengutamakan perbuatan dan pelakunya; dalam keadaan; kerja tanggap untuk orang ketiga; mempertegas bentuk asal/dasar; menyebabkan seseorang atau tindakan seperti bentuk asal/dasar; perbandingan; menyatakan arah, waktu, tempat; menyatakan benda tersebut pada bentuk asal/dasar sudah tentu; menyatakan milik orang ketiga; menyatakan hubungan milik dalam arti yang seluas-luasnya; menyatakan alat; bagian; sedangkan makna reduplikasi bahasa Balinya adalah menunjukkan banyak atau jamak, bermacam-macam (kuantitas), sangat, mengeraskan pengertian (kualitas), dan berulang-ulang (frekuensi).
KOORDINASI PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA MELALUI KEGIATAN BINA KELUARGA BALITA DI DESA BEBANDEM KECAMATAN BEBANDEM I GUSTI NGURAH ALIT SAPUTRA
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.471 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.61

Abstract

Maksud Penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan Program KB melalui kelompok BKB dan permasalahan apa yang terjadi dalam penerapan koordinasi lintas organisasi perangkat Desa yang dilakukan oleh pemerintahan Desa Bebandem dalam program Bina Keluarga Balita, sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi analisis persepsi petugas tentang pelaksanaan Koordinasi lintas sektoral terkait di desa Bebandem ,Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem dan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi pemerintahan desa dalam pelaksanaan fungsi Koordinasi lintas organisasi perangkat kecamatan dan desa Bebandem. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.Desain penelitian deskriptif hanya berkehendak mengenal fenomena-fenomena untuk keperluan studi selanjutnya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yang menghasilkan data deskriptif. Penelitian kualitatif juga lebih menekankan pada segi proses daripada hasil, selain itu dengan penelitian ini dapat mengungkapkan permasalahan mengenai apa adanya sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.
ANALISIS STILISTIKA LAGU BALI YANG BERJUDUL “TUAK ADALAH NYAWA” OLEH MASAKEPUNG BAND Ni Komang Aryani
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.537 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.62

Abstract

Sebuah karya sastra tidak akan terlepas dari unsur stilistika, stilistika merupakan studi linguistik yang mengkaji tentang aspek ‘gaya’ atau style di dalam karya sastra dengan menggunakan medium bahasa sebagai media telaahnya. Lagu yang berjudul “Tuak adalah Nyawa” dikategorikan lagu yang populer dikalangan masyarakat terutama dikalangan remaja, hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk mengkaji unsur-unsur stilistika dan amanat yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan teknik kepustakaan sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan penyajian data hasil analisis dari sekumpulan data-data yang dirangkai secara kausalitas di sajikan secara informal, dengan narasi, deskripsi kata-kata, dan ungkapan-ungkapan yang sesuai dengan karakteristik dan jenis penelitian ini yang bersifat kualitatif, deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menemukan unsur-unsur stilistika yang terdapat dalam lirik lagu “Tuak adalah Nyawa”adalah sebagai berikut :1) Fonologi yang mencakup aliterasi (pengulangan bunyi konsonan) dan rima identik (pengulangan kata yang sama), 2) Leksikal lebih banyak menggunakan makna denotatif, 3) Gramatikal meliputi pengacuan (reference), penyulihan (subtitution), pelesapan (ellipsis), 4) Retorika mencakup majas metafora, majas personifikasi , citraan gerak (movement imagery) , citraan visual (penglihatan), citraan pendengaran (auditory imagery) dan repetisi. Amanat atau pesan yang diungkapan dalam lirik lagu “Tuak adalah Nyawa” yaitu :1) Pengarang mengungkapkan secara langsung dalam kutipan lagunya bahwa orang yang suka minum tuak (minuman khas orang Bali), bukanlah perkumpulan orang-orang yang ingin membuat onar atau keributan namun hanya ingin menghibur diri dan sebagai alasan untuk berkumpul dengan teman-temannya, 2) Untuk para remaja maupun kaum muda supaya bisa mengendalikan pikirannya untuk tidak mencoba atau tidak ikut minum tuak karena akan berdampak sangat buruk baik bagi kesehatan fisik maupun mental.
BENTUK DAN REFERENSI KATA MAKIAN DALAM BAHASA BALI (Kajian Sosiolinguistik) Ni Wayan Apriani
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.566 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.63

Abstract

Keberadaan bahasa sebagai alat komunikasi yang paling utama jelas sudah tidak diragukan lagi. Manusia pada umumnya dalam berkomunikasi mempunyai tujuan untuk membina keakraban dan kerja sama antara satu dengan yang lainnya. Tetapi, ada kalanya dalam berkomunikasi terjadi selisih paham atau berbeda pendapat mengenai sesuatu dengan yang lainnya. Biasanya dalam situasi seperti itu, pemakai bahasa memanfaatkan kata-kata makian untuk mengekspresikan kebencian, situasi yang dianggap tidak menyenangkan, dan rasa ketidakpuasan terhadap sesuatu yang sedang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) memaparkan bentuk kata makian dalam bahasa Bali; (2) mendeskripsikan referensi kata makian dalam bahasa Bali. Untuk bisa memenuhi tujuan tersebut, maka digunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik kepustakaan dan penyebaran angket. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk kata makian dalam bahasa Bali secara umum dibagi menjadi dua yakni berbentuk kata dan berbentuk frase. Makian berbentuk kata digolongkan lagi menjadi tiga kategori, yakni kata berkategori nomina, kata berkategori verba, dan kata berkategori adjektiva; (2) referensi kata makian bahasa Bali terdiri atas: keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, dan profesi. Meskipun penelitian ini mengkaji kata makian dalam bahasa Bali, namun peneliti sama sekali tidak bermaksud untuk menyarankan masyarakat Bali untuk mengaplikasikannya dalam tuturan di masyarakat sebab kata-kata makian sifatnya kotor dan terkesan kasar. Dalam hal ini, peneliti hanya ingin mendeskripsikan bentuk dan referensi kata makian bahasa Bali.
IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA PADA MASYARAKAT HINDU DI DESA SENGKIDU KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM I Ketut Dani Budiantara
LAMPUHYANG Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.461 KB) | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v8i2.64

Abstract

Adapun masalah yang akan dibahas antara lain: (1) bentuk ajaran Tri Hita Karana yang diimplementasikan di Desa Sengkidu Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem (2) proses implementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Sengkidu kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem (3) Nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam implementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Sengkidu Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang Implementasi ajaran Tri Hita Karana Pada Masyarakat Hindu di Desa Sengkidu Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Subyek penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Sengkidu Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan kepustakaan. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) bentuk ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat di bidang Parhyangan diwujudkan dengan pemujaan terhadap Dewa Tri Murti, di bidang Pawongan diwujudkan dengan saling tolong-menolong, di bidang Palemahan diwujudkan dengan pelestarian alam. (2) proses implementasi ajaran Tri Hita Karana di bidang Parhyangan diwujudkan dengan ngayah, di bidang Pawongan diwujudkan dengan organisasi (sekaa), di bidang Palemahan diwujudkan dengan kerja bhakti. (3) Nilai-nilai pendidikan yang terkadung dalam implementasi ajaran Tri Hita Karana adalah: Nilai Tattwa, Susila, dan Upacara.
Penerapan Quantum Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 1 Bebandem I Komang Gede Sudarsana
LAMPUHYANG Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v1i1.96

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan yang dilaksanakan dengan tujuan: (1) meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari matematika, (2) meningkatkan hasil belajar matematika siswa, dan (3) mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan quantum learning dalam pembelajaran matematika. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bebandem Tahun Pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 38 orang, terdiri dari siswa laki-laki 22 orang dan siswa perempuan 16 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, tes hasil belajar, dan angket. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan quantum learning dalam pembelajaran matematika dapat: (1) meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu dari skor rata-rata 26,76 pada siklus I menjadi 28,97 pada siklus II dan keduanya termasuk dalam kategori tinggi, (2) meningkatkan hasil belajar matematika siswa, yaitu dari nilai rata-rata 71,84 pada siklus I menjadi 75,26 pada siklus II, dan (3) respon siswa terhadap penerapan quantum learning dalam pembelajaran matematika adalah sangat positif, dengan skor rata-rata 61,20. Berdasarkan hasil penelitian ini maka ketiga hipotesis tindakan yang diajukan dapat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan quantum learning dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa serta respon siswa terhadap penerapan quantum learning dalam pembelajaran matematika adalah sangat positif.

Page 1 of 24 | Total Record : 238