Asap rokok menghasilkan radikal bebas yang menginduksi stres oksidatif sel sebagai penyebab penyakit. Paparan asap rokok yang terpapar secara terus menerus dalam tubuh berhubungan dengan kerusakan jaringan epitel mata akibat peroksidasi lipid, membentuk hiperosmolaritas air mata menjadi sindrom mata kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui paparan asap rokok terhadap sindrom mata kering pada mahasiswa UPN“Veteran†Jakarta. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional, sampel mahasiswa UPN “Veteran†Jakarta sebanyak 70 mahasiswa, usia 18-24 tahun diambil secara stratified propotional random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner OSDI, serta menilai kekeringan mata menggunakan uji Schirmer. Hasilnya, frekuensi mahasiswa UPN “Veteran†Jakarta yang merokok masih kategori derajat ringan 80 %, lama merokok 5 tahun dan derajat sedang 20 %, lama merokok 6 tahun, Uji Chi-Square menunjukkan bahwa paparan asap rokok dapat menimbulkan sindrom mata kering (p = 0,003)[L1] , Menghindari asap rokok dan faktor resiko lainnya dapat menurunkan sindrom mata kering, dan diperlukan vitamin A untuk memperbaiki mata kering.Â
Copyrights © 2020